- Amin Kurniawan
Sistem pendeteksi pola: mesin inferensi untuk pengenalan pola
sintaktis
Pendekatannya antara lain dilakukan secara
sintaktik/struktural, yaitu menentukan apakah
barisan dari primitif-primitif pola tertentu
sesuai dengan aturan2 pola yang diberikan. Untuk
membantu memecahkan masalah2 yg berkaitan dg
pengenalan pola sintaktik, dibuat mesin inferensi
yg menerima kriteria primittif2 pola dan aturan2
pola secara umum. Sitem pakar pendeteksi
pola(SP3) melakukan kalsifikasi terhadap data yg
diberikan menjadi primitif2 pola. Kemudian
menentukan pola2 yg sesuai dengan aturan2 pola yg
diberikan. kriteria primitif pola adalah ekspresi
dimana terdapatt operasi thd data (variabel)
berjenis: numerik, karakter, logika, tanggal,
atau wantu. Primitif pola disandikan dg huruf
abjad. Evaluasi ekspresi menggunakan metoda pohon
ekspresi. Aturan pola merupakan sutau
context-free grammar yg diberikan dg format
tertentu. Untuk menentukan suatu barisan primitif
pola sesuai dg suatu aturan pola (analisa sintaks
digunakan teknik bottom-up parsing. SP3 dibuat dg
pendekatan berorientasi objek.
- Yuanita Rohali
Pengenalan pola karakter secara optis
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu
sistem pengenal pola karakter dari masukan yang
diperoleh dari media optis, dan menyusunnya dalam
suatu berkas untuk kepentingan penyuntingan lebih
lanjut. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada
pengenalan pola karakter cetak huruf besar ragam
Times, Helvetica, Gothic, Elite, Presentation dan
Sans Serif, yang kesemuanya merupakan high letter
quality, dalam berbagai ukuran karakter. Metode
pengenalan karakter yang digunakan didasarkan
atas ciri-ciri fisik dari karakter, yang
dilakukan dalam dua tahapan yaitu klasifikasi
secara global dan klasifikasi detail per kelompok
dengan menggunakan sejumlah metode yang populer.
Dengan pembatasan pada tipografi teks, percobaan
menunjukkan hasil ketelitian pengenalan pola
rata2 ketelitian 93...
- Abdul Hakim Ghanem
Klasifikasi sidik jari otomatik dengan teknik pengenalan/pola
Setiap manusia mempunyai sidik jari yg unik, shg
sidik jari dpt untuk identitas diri. Untuk
keperluan identifikasi individu secara otomatis,
pada bid. bisnis, industri dan kriminalitas, maka
sangat dibutuhkan proses yang dapat
mengklasifikasikan dan mengindentifikasikan pola
sidik jari. Dengan meneliti karakteristik dan
ciri2 bentuk lukisan sidik jari, maka
pengklasifikasian sidik jari dpt. ditentukan dg
cara mendeteksi jml. titik fokal delta, whorl,
core dan parameter gradien antara dua titik fokal
tsb. Dengan demikan penelitian ini bertujuan
utama mendeteksi titik-titik fokal dan sekaligus
mengklasifikasikannya.Metode yg digunakan dlm
penelitian ini adalam sbb: - relaksi untuk
penyelarasan pola arah, - struktur label untuk
mendeteksi singularitas. Metode-metode tersebut
digunakan secara paralel. Hasil penelitian yang
didapat adalah posisi titik2 fokal, jenis atau
bentuk pokok pola sidik jari dan rumus
klasifikasinya.
- Nurul Aini
Sistem perhitungan tingkat kerumitan
Tingkat kerumitan suatu program dpt dijadikan
indikator kualitas tsb. karena tingkat kerumitan
mempengaruhi pengujian dan pemeliharaan. Salah
satu cara untuk menghitung tingkat kerumitan
adalah menggunakan metode McCabe. Metode ini
melihat tingkat kerumitan berdasarkan flow graph
berarah (graf alir berarah) suatu program yang
didapatkan dari struktur kontrol program
tersebut. Pada tugas akhir ini dibahas mengenai
perancangan dan pembuatan perangkat lunak
penghitung tingkat kerumitan berdasarkan metode
McCabe untuk suatu program sumber berbahasa
pascal dengan struktur kontrol if dan while.
Perangkat lunak ini diimplementasikan pada mesin
VAX dengan sistem operasi VMS dan menggunakan
bahasa pemrograman C...
- Panca Putri Indrianita
Deteksi gerak muka linear dengan menggunakan metode otoko
newton raphsons sebagai alat komunikasi manusia dengan komputer
Tujuan pengembangan adalah mencari alternatif
lain dari alat masukan komputer yg telah ada
untuk komunikasi antara manusia dengan komputer.
Masalah utama dalam penelitian ini adalah
menentukan titik2 3D obyek koordinat alam dati
titik2 2D koordinat citra. Model transformasi yg
digunakan adalah model OTOKO
(Ohmura-Tomono-Kobayashi). Perhitungan numerik
pada model ini menggunkan iterasi Newton-Raphsons
untuk mendapatkan vektor posisi 3D. Berdasarkan
metoda yg dipelajari melalui studi literatur,
penelitian ini dilakukan secara simulatif untuk
menghasilkan perhitungan statistik. Juga
dilakukan penelitian alat. Alat penunjang berupa
kamera RGB untuk merekam obyek, dan komputer PC
untuk program perhitungan. Dari hasil penelitian
yg dilakukan, berdasarkan perhitungan statistik
didapat kesimpulan bahwa obyek yg
diamati"menggeleng" atau mengangguk". Ini
mbmeuktikan bahwa metode OTOKO cukup efektif
untuk mencari titik 3D dari titik 2D. Untuk masa
yg akan datang penelitian yg hanya bersifat
percobaan.
- Siswanto
Fasilitas On-line Conferencing Pada Jaringan Komputer
Lokal Ibm-pc Dengan Netbios Novell-Netware
Tujuan penelitian ini adalah membuat fasilitas
On-Line Conferencing pada jaringankomputer lokal
IBM-PC (Local Area Network) dengan menggunakan
NetBIOS Novell-Netware. Ruang lingkup penelitian
berfokus pada kemampuan tiap terminal kerja
(workstation) LAN yang bersangkutan dalam
mengirim pesan yang disampaikan kepada seluruh
peserta konferensi (broadcast), dengan juga
memberikan informasi tentang identifikasi si
pengirim pesan tersebut. Kemudian pembicaraan
yang telah dilakukan disimpan pada sebuah
berkas (file). Metode pengiriman pesan yang
mempunyai panjang tertentu tersebut, lebih
didasarkan pada kemampuanemulator NetBIOS
Novell-Netware dalam menangani identifikasi
pengirim dan kelompoknya (name and group name).
Di mana setiap identifikasi peserta konferensi
dicatat nama dan kelompoknya (dalam hal ini nama
konferensinya) pada tabel nama NetBIOS (NetBIOS
name table). Sistem ini dirancang untuk
dipergunakan pada jaringan komputer lokal dengan
emulator NetBIOS Novell Netware.
- Jeffrey Sanjaya
Vektorisasi Citra Raster Menjadi Citra Vektor
Sejumlah besar representasi citra di komputer
berbentuk citra raster yaitu representasi citra
secara elektronik dimana citra tersebut disimpan
sebagai larik-larik dimensi yang berisi
harga-harga tingkat keabuan. Citra-citra raster
ini menghabiskan banyak memori untuk
memprosesnya, menghabiskan banyak tempat untuk
proses-proses tertentu. Untuk citra-citra yang
hanya terdiri dari garis-garis seperti teks
(cetakan maupun tulisn tangan), peta, grafik,
berbagai macam tabel, angka-angka, dan simbol
matematis dapat dilakukan proses vektorisasi
yaitu proses yang mengubah citra raster ke citra
vektor. Proses vektorisasi ini mencari sekelompok
piksel yang memenuhi persamaan gari Y =*X + b
dengan faktor kesalahan tertentu untuk m dan b,
dimana X dan Y adalah koordinat vertikal dan
horisontal dari piksel. Proses ini menghasilkan
citra vektor yang hanya menyimpan posisi titik
awal dan titik akhir dari vektor-vektor di dalam
citra tersebut sehingga menghemat memori dan
proses seperti rotasi, penskalaan, dan translasi
dapat dilaksanakan jauh lebih cepat.
- Bagus Pribadi
Sistem Pakar Penganalisa Keuangan (Finansys)
Sistem pakar penganalisa keuangan untuk membantu para kreditor dalam
menilai sehat atau tidaknya suatu perusahaan. Menggunakan masukan
berupa data-data operasional dan keuangan perusahaan untuk periode
tiga tahunan, rasio analisa yang akan digunakan dan aturan-aturan
(rules). Menggunakan mesin inferensi forward chaining untuk
mengaplikasikan aturan-aturan terhadap data-data keuangan dengan
berbasiskan rasio analisa yang digunakan.
Pemisahan rasio analisa dari program memberikan kemudahan bagi
pemakai dalam menentukan rasio apa yang akan digunakan. Basis
Pengetahuan yang berorientasi pada pemakai memudahkan penerapan
kebijaksanaan-kebijaksanaan kreditor ke dalam sistem dalam bentuk
aturan-aturan. Adanya suatu fasilitas perunut suatu keputusan
penalaran memudahkan pemakai untuk memahami alur penalaran yang
digunakan sistem dalam membuat suatu keputusan. Fasilitas-fasilitas
lainnya menunjang keluwesan sistem adalah tersedianya editor-editor,
yaitu Ratio Editor, Rule Editor dan Financial Editor.
Interaksi antara sistem dengan pemakai dipandu oleh suatu sistem menu
yang cukup konsisten sehingga pengoperasioan sistem menjadi lebih
mudah.
Pustaka
Blanchard, D., ITT Introduce Expert System into Credit Review Process, AI
Week, 7 (17), September 1, 1990.
Bowie, J.S. & Arnold, W.R. The Intelligent PC, Prentice Hall, New Jersey, 1990.
Djarwanto, Ps. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan, BPFE, Yogyakarta, 1989.
Eisenstadt, T.O.M. Artificial Intelligence: Tools, Techniques, and Applications,Harper and Row, New York, 1984.
Firebaugh, M.W. Artificial Intelligence: A Knowledge-Based Approach, PWS-KENT,
Massachusetts, 1988.
Harnanto. Analisa Laporan Keuangan, BPFE, Yogyakarta, 1987.
Helfert, E.A. Teknik Analisa Keuangan, Terjemahan: Ak. Wisnu Widjaya & Moh.
Badjuri, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1991.
Kodratoff, Y. Introduction to Machine Learning, Pitman Publishing, London,1988.
Michalski, R.S., Carbonell, J.G. & Mitchell, T.M. Machine Learning: An
Artificial Intelligence Approach, Morgan Kaufmann, California, 1983.
Parkinson, C.N. & Rustomji, M.K. All about Balance Sheets, Federal Publications
Singapore, 1983.
Parsaye, K., Chiynell, M., Khoshafian, S. & Wong, H. Intelligence Database:
Object Oriented, Deductive Hypermedia Technoligies, Wiley & Son, New York, 1989.
Soediyono, R. Analisis Laporan Keuangan: Analisis Rasio, Liberty, Yogyakarta,
1991.
Waterman, D.A. A Guide To Expert Systems, Addison Wesley, Massachusetts, 1985.
Winston, P.H. Artificial Intelligence, Addison Wesley, Massachusetts, 1984.
Winston, P.H. & Horn, B.K.P. Lisp, Edisi Ketiga, Addison - Wesley,
Massachusetts, 1988.
- Hans Patrick Hardi Widjaja
Sistem Penghitung Unjuk Kerja
Perhitungan unjuk kerja suatu program pada
dasarnya dapat dilihat dari waktu berjalannya
program tersebut. Untuk menghitung unjuk kerja
programyang bekerja pda suatu jaringan lokal
Novell Netware dibuat Sistim Penghitung Unjuk
Kerja. Sistim Penghitung Unjuk Kerja menghitung
unjuk kerja dari program yang berjalan
bersama-sama pada beberapa terminal secara
bersamaan. Sistim Penghitung Unjuk Kerja terdiri
dari dua program yang berjalan pada terminal
utama,yang mengontrol perhitungan unjuk kerja,
dan yang berjalan pada terminal pembantu, yang
menjalankan program yang akan dihitung unjuk
kerjanya. Dengan Sistim Penghitung Unjuk Kerja
telah dilakukan percobaan pada suatu program
basis data dengan bahasa Clipper 5. Hasil
percobaan menunjukkan bahwa jumlah pemakai,
panjang rekord, jumlah field dan panjang kunci
berpengaruh pada unjuk kerja program basis data.
|