[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 1991

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Amin Kurniawan

    Sistem pendeteksi pola: mesin inferensi untuk pengenalan pola sintaktis

    Pendekatannya antara lain dilakukan secara sintaktik/struktural, yaitu menentukan apakah barisan dari primitif-primitif pola tertentu sesuai dengan aturan2 pola yang diberikan. Untuk membantu memecahkan masalah2 yg berkaitan dg pengenalan pola sintaktik, dibuat mesin inferensi yg menerima kriteria primittif2 pola dan aturan2 pola secara umum. Sitem pakar pendeteksi pola(SP3) melakukan kalsifikasi terhadap data yg diberikan menjadi primitif2 pola. Kemudian menentukan pola2 yg sesuai dengan aturan2 pola yg diberikan. kriteria primitif pola adalah ekspresi dimana terdapatt operasi thd data (variabel) berjenis: numerik, karakter, logika, tanggal, atau wantu. Primitif pola disandikan dg huruf abjad. Evaluasi ekspresi menggunakan metoda pohon ekspresi. Aturan pola merupakan sutau context-free grammar yg diberikan dg format tertentu. Untuk menentukan suatu barisan primitif pola sesuai dg suatu aturan pola (analisa sintaks digunakan teknik bottom-up parsing. SP3 dibuat dg pendekatan berorientasi objek.

  2. Yuanita Rohali

    Pengenalan pola karakter secara optis

    Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu sistem pengenal pola karakter dari masukan yang diperoleh dari media optis, dan menyusunnya dalam suatu berkas untuk kepentingan penyuntingan lebih lanjut. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada pengenalan pola karakter cetak huruf besar ragam Times, Helvetica, Gothic, Elite, Presentation dan Sans Serif, yang kesemuanya merupakan high letter quality, dalam berbagai ukuran karakter. Metode pengenalan karakter yang digunakan didasarkan atas ciri-ciri fisik dari karakter, yang dilakukan dalam dua tahapan yaitu klasifikasi secara global dan klasifikasi detail per kelompok dengan menggunakan sejumlah metode yang populer. Dengan pembatasan pada tipografi teks, percobaan menunjukkan hasil ketelitian pengenalan pola rata2 ketelitian 93...

  3. Abdul Hakim Ghanem

    Klasifikasi sidik jari otomatik dengan teknik pengenalan/pola

    Setiap manusia mempunyai sidik jari yg unik, shg sidik jari dpt untuk identitas diri. Untuk keperluan identifikasi individu secara otomatis, pada bid. bisnis, industri dan kriminalitas, maka sangat dibutuhkan proses yang dapat mengklasifikasikan dan mengindentifikasikan pola sidik jari. Dengan meneliti karakteristik dan ciri2 bentuk lukisan sidik jari, maka pengklasifikasian sidik jari dpt. ditentukan dg cara mendeteksi jml. titik fokal delta, whorl, core dan parameter gradien antara dua titik fokal tsb. Dengan demikan penelitian ini bertujuan utama mendeteksi titik-titik fokal dan sekaligus mengklasifikasikannya.Metode yg digunakan dlm penelitian ini adalam sbb: - relaksi untuk penyelarasan pola arah, - struktur label untuk mendeteksi singularitas. Metode-metode tersebut digunakan secara paralel. Hasil penelitian yang didapat adalah posisi titik2 fokal, jenis atau bentuk pokok pola sidik jari dan rumus klasifikasinya.

  4. Nurul Aini

    Sistem perhitungan tingkat kerumitan

    Tingkat kerumitan suatu program dpt dijadikan indikator kualitas tsb. karena tingkat kerumitan mempengaruhi pengujian dan pemeliharaan. Salah satu cara untuk menghitung tingkat kerumitan adalah menggunakan metode McCabe. Metode ini melihat tingkat kerumitan berdasarkan flow graph berarah (graf alir berarah) suatu program yang didapatkan dari struktur kontrol program tersebut. Pada tugas akhir ini dibahas mengenai perancangan dan pembuatan perangkat lunak penghitung tingkat kerumitan berdasarkan metode McCabe untuk suatu program sumber berbahasa pascal dengan struktur kontrol if dan while. Perangkat lunak ini diimplementasikan pada mesin VAX dengan sistem operasi VMS dan menggunakan bahasa pemrograman C...

  5. Panca Putri Indrianita

    Deteksi gerak muka linear dengan menggunakan metode otoko newton raphsons sebagai alat komunikasi manusia dengan komputer

    Tujuan pengembangan adalah mencari alternatif lain dari alat masukan komputer yg telah ada untuk komunikasi antara manusia dengan komputer. Masalah utama dalam penelitian ini adalah menentukan titik2 3D obyek koordinat alam dati titik2 2D koordinat citra. Model transformasi yg digunakan adalah model OTOKO (Ohmura-Tomono-Kobayashi). Perhitungan numerik pada model ini menggunkan iterasi Newton-Raphsons untuk mendapatkan vektor posisi 3D. Berdasarkan metoda yg dipelajari melalui studi literatur, penelitian ini dilakukan secara simulatif untuk menghasilkan perhitungan statistik. Juga dilakukan penelitian alat. Alat penunjang berupa kamera RGB untuk merekam obyek, dan komputer PC untuk program perhitungan. Dari hasil penelitian yg dilakukan, berdasarkan perhitungan statistik didapat kesimpulan bahwa obyek yg diamati"menggeleng" atau mengangguk". Ini mbmeuktikan bahwa metode OTOKO cukup efektif untuk mencari titik 3D dari titik 2D. Untuk masa yg akan datang penelitian yg hanya bersifat percobaan.

  6. Siswanto

    Fasilitas On-line Conferencing Pada Jaringan Komputer Lokal Ibm-pc Dengan Netbios Novell-Netware

    Tujuan penelitian ini adalah membuat fasilitas On-Line Conferencing pada jaringankomputer lokal IBM-PC (Local Area Network) dengan menggunakan NetBIOS Novell-Netware. Ruang lingkup penelitian berfokus pada kemampuan tiap terminal kerja (workstation) LAN yang bersangkutan dalam mengirim pesan yang disampaikan kepada seluruh peserta konferensi (broadcast), dengan juga memberikan informasi tentang identifikasi si pengirim pesan tersebut. Kemudian pembicaraan yang telah dilakukan disimpan pada sebuah berkas (file). Metode pengiriman pesan yang mempunyai panjang tertentu tersebut, lebih didasarkan pada kemampuanemulator NetBIOS Novell-Netware dalam menangani identifikasi pengirim dan kelompoknya (name and group name). Di mana setiap identifikasi peserta konferensi dicatat nama dan kelompoknya (dalam hal ini nama konferensinya) pada tabel nama NetBIOS (NetBIOS name table). Sistem ini dirancang untuk dipergunakan pada jaringan komputer lokal dengan emulator NetBIOS Novell Netware.

  7. Jeffrey Sanjaya

    Vektorisasi Citra Raster Menjadi Citra Vektor

    Sejumlah besar representasi citra di komputer berbentuk citra raster yaitu representasi citra secara elektronik dimana citra tersebut disimpan sebagai larik-larik dimensi yang berisi harga-harga tingkat keabuan. Citra-citra raster ini menghabiskan banyak memori untuk memprosesnya, menghabiskan banyak tempat untuk proses-proses tertentu. Untuk citra-citra yang hanya terdiri dari garis-garis seperti teks (cetakan maupun tulisn tangan), peta, grafik, berbagai macam tabel, angka-angka, dan simbol matematis dapat dilakukan proses vektorisasi yaitu proses yang mengubah citra raster ke citra vektor. Proses vektorisasi ini mencari sekelompok piksel yang memenuhi persamaan gari Y =*X + b dengan faktor kesalahan tertentu untuk m dan b, dimana X dan Y adalah koordinat vertikal dan horisontal dari piksel. Proses ini menghasilkan citra vektor yang hanya menyimpan posisi titik awal dan titik akhir dari vektor-vektor di dalam citra tersebut sehingga menghemat memori dan proses seperti rotasi, penskalaan, dan translasi dapat dilaksanakan jauh lebih cepat.

  8. Bagus Pribadi

    Sistem Pakar Penganalisa Keuangan (Finansys)

    Sistem pakar penganalisa keuangan untuk membantu para kreditor dalam menilai sehat atau tidaknya suatu perusahaan. Menggunakan masukan berupa data-data operasional dan keuangan perusahaan untuk periode tiga tahunan, rasio analisa yang akan digunakan dan aturan-aturan (rules). Menggunakan mesin inferensi forward chaining untuk mengaplikasikan aturan-aturan terhadap data-data keuangan dengan berbasiskan rasio analisa yang digunakan.

    Pemisahan rasio analisa dari program memberikan kemudahan bagi pemakai dalam menentukan rasio apa yang akan digunakan. Basis Pengetahuan yang berorientasi pada pemakai memudahkan penerapan kebijaksanaan-kebijaksanaan kreditor ke dalam sistem dalam bentuk aturan-aturan. Adanya suatu fasilitas perunut suatu keputusan penalaran memudahkan pemakai untuk memahami alur penalaran yang digunakan sistem dalam membuat suatu keputusan. Fasilitas-fasilitas lainnya menunjang keluwesan sistem adalah tersedianya editor-editor, yaitu Ratio Editor, Rule Editor dan Financial Editor.

    Interaksi antara sistem dengan pemakai dipandu oleh suatu sistem menu yang cukup konsisten sehingga pengoperasioan sistem menjadi lebih mudah.

    Pustaka

    Blanchard, D., ITT Introduce Expert System into Credit Review Process, AI
    Week, 7 (17), September 1, 1990.
    
    Bowie, J.S. & Arnold, W.R. The Intelligent PC, Prentice Hall, New Jersey, 1990.
    
    Djarwanto, Ps. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan, BPFE, Yogyakarta, 1989.
    
    Eisenstadt, T.O.M. Artificial Intelligence: Tools, Techniques, and Applications,Harper and Row, New York, 1984.
    
    Firebaugh, M.W. Artificial Intelligence: A Knowledge-Based Approach, PWS-KENT,
    Massachusetts, 1988.
    
    Harnanto. Analisa Laporan Keuangan, BPFE, Yogyakarta, 1987.
    
    Helfert, E.A. Teknik Analisa Keuangan, Terjemahan: Ak. Wisnu Widjaya & Moh.
    Badjuri, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1991.
    
    Kodratoff, Y. Introduction to Machine Learning, Pitman Publishing, London,1988.
    
    Michalski, R.S., Carbonell, J.G. & Mitchell, T.M. Machine Learning: An
    Artificial Intelligence Approach, Morgan Kaufmann, California, 1983.
    
    Parkinson, C.N. & Rustomji, M.K. All about Balance Sheets, Federal Publications
    Singapore, 1983.
    
    Parsaye, K., Chiynell, M., Khoshafian, S. & Wong, H. Intelligence Database:
    Object Oriented, Deductive Hypermedia Technoligies, Wiley & Son, New York, 1989.
    
    Soediyono, R. Analisis Laporan Keuangan: Analisis Rasio, Liberty, Yogyakarta,
    1991.
    
    Waterman, D.A. A Guide To Expert Systems, Addison Wesley, Massachusetts, 1985.
    
    Winston, P.H. Artificial Intelligence, Addison Wesley, Massachusetts, 1984.
    
    Winston, P.H. & Horn, B.K.P. Lisp, Edisi Ketiga, Addison - Wesley, 
    Massachusetts, 1988.
    

  9. Hans Patrick Hardi Widjaja

    Sistem Penghitung Unjuk Kerja

    Perhitungan unjuk kerja suatu program pada dasarnya dapat dilihat dari waktu berjalannya program tersebut. Untuk menghitung unjuk kerja programyang bekerja pda suatu jaringan lokal Novell Netware dibuat Sistim Penghitung Unjuk Kerja. Sistim Penghitung Unjuk Kerja menghitung unjuk kerja dari program yang berjalan bersama-sama pada beberapa terminal secara bersamaan. Sistim Penghitung Unjuk Kerja terdiri dari dua program yang berjalan pada terminal utama,yang mengontrol perhitungan unjuk kerja, dan yang berjalan pada terminal pembantu, yang menjalankan program yang akan dihitung unjuk kerjanya. Dengan Sistim Penghitung Unjuk Kerja telah dilakukan percobaan pada suatu program basis data dengan bahasa Clipper 5. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jumlah pemakai, panjang rekord, jumlah field dan panjang kunci berpengaruh pada unjuk kerja program basis data.

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1997-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.1 2003/03/20 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]