-
Sutara
Aplikasi interpolan pada kesalahan lokal solusi persolan syarat awal persamaan diferensial biasa
Software standar persoalan syarat awal secara
tidak langsung mengontrol kesalahan global suatu
integrasi dengan mengestimasi dan membatasi
kesalahan lokal pd setiap langkah. Meskipun
teknik ini terbutik efisien, ada
kelemahan-kelemahan pada hubungan antara keakuran
yg diperoleh dg toleransi yg ditetapkan yaitu
ketergantungan terhadap masalah. Akan ditunjukkan
bahwa untuk kelas metode non-stiff yg didasarkan
pada formula RK yg berhubungan dg interpolan,
suatu pendekattan alternatif untuk control
kesalahan mempunyai keuntungan yang berarti.
Pendekatan baru ini didasarkan segala langsung pd
estimasi dan usaha pembatasan defect yg dibentuk
oleh interpolan pada setiap langkah integrasi.
Dengan pendekatan seperti ini keterhubungan
antara akurasi yg diperoleh dan toleransi yang
ditetapkan menjadi hampir bebas masalah.
-
Widjiantoro
Sistem pengembangan pesan elektronis di Unix dengan teknik kriptografi
Pesan elektronis (EMAIL-Electronic Mail) pd
jaringan komputer berbasis UNIX, memiliki
beberapa keuntungan misalnya cepat, mudah
digunakan dan efisien. Tetapi dibalik segala
keuntungan tsb. terdpt. masalah keamanan yg
kritis yg sering terlupakan. Pesan elektronis dpt
dg mudah dibaca oleh pemakai lain yang berstatus
super-user. Cara pencegahan yg diusulkan adalah
dg membangun sistempengamanan yg dpt menjamin
hanya orang yg ditujuhkan yg dpt membaca
kandungan informasi dari pesan yg dikirim
untuknya. Teknik penyandian tradisional,
kriptografi, dg algoritma asismetris digunakan
untuk mencegah masalah tsb. Algoritma asimetris
ini menggunakan kunci publik dan kunci pribadi.
Kedua kunci ini dihubungkan oleh suatu formula
matematika (algoritma RSA), sehingga bila pesan
dienkripsi berdasarkan kunci pribadi maka pesan
tsb. hanya dpt didekripsi berdasarkan kunci
publik yg dimilikinya. Demikian pula sebaliknya.
Pengirim dan penerima masing2 memiliki kunci
pribadi dan kunci publik.
-
Rendi Wardhana
Replikasi berkas pada sitem terdistribusi
Salah satu segi kehandalan yg diperlukan di dalam
sistem terdistribusi adalah replikasi berkas.
Sebuah berkas yg direplikasi berarti memiliki
beberapa replika berkas yg terletak di lokasi yg
berbeda. Sifat yg harus dipelihara oleh replikasi
adalah tetap dipandangnya replika-replika berkas
oleh pemakai sebagai sebuah berkas tunggal
(replication transparency). Tujuan replikasi
berkas pd sisem terdistribusi adalah untuk
meningkatkan unjuk kerja dan ketersediaan
(availability) sistem. Unjuk kerja sistem
terdistribusi ditingkatkan melalui pembagian
beban (Load Sharing) dimana beban pelayanan
berkas didistribusikan pada beberapa lokasi. Hal
tersebut dimungkinkan karena lokasi-lokasi
tersebut menyimpan replikas berkas yang sama.
Derajat ketersediaan sistem lebih tinggi
dibandingkan dg sistem tanpa replikasi. Jika
salah satu atau beberapa subsistem terdistribusi
dimana berkas tersebut berada mengalami
kegagalan, sistem tetap tersedia dg syarat paling
sedikit terdapat satu replika berkas tak
mengalami kegagalan.
-
Hendra Widjaja
TransPVM: sebuah wahana pemrograman paralel pada mesin berbasis transputer
Pemrograman paralel pada mesin berbasis
transputer dengan menggunakan peranti lunak bantu
konversional, seperti INMOS ANSI C, ternyata
cukup mempersulit pemakai. Kesulitan tersebut
timbul karena pemakai harus mengetahui berbagai
masalah teknis pemrograman dan aspek mesin dari
transputer itu sendiri. Kesulitan tersebut dapat
diatasai dengan membangun suatu wahana
pemrograman paralel yang dapt menyembunyikan
berbagai aspek teknis tersebut. Untuk mengatasi
kesulitan tersebut, penulis melakukan penelitian
yang bertujuan untuk membangun TransPVM, yaitu
wahana pemrograman paralel berbasis message
passing pada mesin berbasis transputer, dengan
mengimplementasikan primitif-primitif dari
parallel Virtual Machine (PVM). Dengan TransPVM,
pemrograman paralel dapat dinyatakan dalam
sintaks PVM sehingga dapat diterapkan baik pada
lingkungan PVM maupun TransPVM tanpa melakukan
banyak perubahan pada progam. Hasil yang
diharapkan dari penelitian ini adalah : (1)
TransPVM dapat mempermudah pemrograman pada mesin
berbasis tansputer; (2) TransPVM dapat
mempersingkat langkah pemrograman yang diperlukan
pda mesin berbasis transputer.
-
Bontor P Rajagukguk
Sistem interaktif untuk perunut sinar DKBTrace
Penggunaan program perunut sinar DKBTrace, yang
dibuat oleh David K. Buck, memiliki beberapa
kesulitan dalam pemakaiannya. Kesulitan dalam
pemakaiannya. kesulitan yang paling dirasakan
adalah pada saat penulisan berkas masukan untuk
program ini dan pada pendefinisian letak objek
dalam ruang tiga dimensi. Dalam tulisan ini
dibahas mengenai pembuatan suatu sistem
interaktif unttuk mempermudah pemakaian perunut
sinar DKBTrace tersebut. Sistem interaktif ini
akan membantu pemakai dalam membayangkan letak
objek yang hendak didefinisikan. Dengan
penggunaan sistem ini pemakai tidak harus membuat
sendiri berkas masukan tadi karena salah satu
keluaran sistem ini adalah berkas masukan untuk
DKBTrace tersebut.
-
Sius Wibisono
SIMANTAP: Simulator Jaringan Neural Artmap
Jaringan neural yang merupakan salah satu metode
pengenalan pola yang semakin banyak digunakan,
diinspirasikan oleh otak manusia. Otak manusia
terdiri dari sejumlah besar neuron, yang
sesungguhnya secara individu lambat dan sering
salah. Neuron-neuron itu saling bekerja sama
dalam jaringan rumit yang ternyata dapta
melakukan hal-hal yang belum bisa disamai
komputer terhebat di dunia sekalipun. Model
ARTMAP merupakan salah satu model jaringan neural
hasil perkembangan dari keluarga model ART
(Adaptive Resonance Theory)[CaGR91]. Model ARTMAP
ini dapat belajar sendiri secara "real-time",
artinya dapat belajar terus menerus tanpa
membedakan lagi modus latihan dan modus
pengujian. ARTMAP dapat mengklasifikasi
vektor-vektor dalma berbagai jumlah dan urutan ke
dalam kategori-kategori pengenalan berdasarkan
pada keberhasilan prediksi yang dibuatnya. Proses
belajarnya yang secara terawasi agak berbeda
dengan proses belajar model ART lainnya. ARTMAP
yang disimulasikan memiliki dua modul ART1 yang
masing-masing bersifat swaatur, dan dapatt
mempelajari kategori vektor masukan biner yang
diterima, tanpa merusak pengetahuannya yang lama.
Dalam tugas akhir ini dibuat suatu simulator
jaringan neural ARTMAP (SIMANTAP) yang bersifat
interaktif pada komputer sekuensial dengan sistem
operasi UNIX dan GUI OSF/MOTIF berbasis
X-Windows. Simulator ini dapat digunakan untuk
penerapan ARTMAP ke masalah pengenalan pola,
untuk studi banding.
-
Ian Setyawan
Penerapan dan pengembangan perangkat lunak penelusuran sinar (Ray Tracing) rayshade pada mesin silicon graphics
Penelusuran Sinar (Ray Tracing) merupakan salah
satu metode dalam teknik grafika komputer yang
digunakan untuk membuat gambar 2 dimensi dari
dunia 3 dimensi. Hal yang membuat metode ini
populer adalah kemampuannya dalam menghasilkan
gambar yang bersifatt realistik atau mempunyai
sifat-sifat seperti benda-benda pada dunia nyata.
Karya tulis ini merupakan laporan dari hasil
penelitian mengenai metode penelusuran sinar,
yang dilakukan dengan melakukan survai buku-buku
dan beberapa perangkat lunaknya, yaitu DKBTrace,
Rayshade, Fly Ray, dan Ray Trace. Khususnya untuk
DKBTrace dan RayShade, dilakukan pada mesil
silicon Graphics, dimana untuk menjalankan
keduanya(DKBTrace dan RayShade), harus diadakan
beberapa perubahan pada program sumbernya.
Penelitian diakhiri dengan pengembangan salah
satu perangkat lunak yang diteliti, yaitu
RayShade. Fasilitas-fasilitas yang ditambahkan
adalah depth of field (letak kedalaman benda),
autofocus (penentuan jarak focus secara
otomatis), motion blur (perekaman adanya gerakan
benda), dan animasi. Hal lain yang dilakukan
terhadap RayShade adalah perubahan pada parsernya
agar pemakai lebih mudah dalam mendeskripsikan
obyek.
-
Yudho Giri Sucahyo
Realisasi pembangkit "custodial applications" sebagai bagian dari wahana rekayasa perangkat lunak
Penelitian terhadap penggunaan CASE Tool untuk
pemodelan data dengan diagram EER(Enhanced Entity
Relationship) pada tahap analisis, menunjukkan
adanya kemungkinan untuk menggunakan model data
di CASE Repository. Karena struktur dari model
data relatif statik daripada model proses, James
M. Gray memberikan asumsi bahwa dengan diberikan
model data dan relasi normal, sekumpulan
custtodial operation bisa dibuat dan dapat
merpresentasikan sampai 80
-
Dadan Hardianto
Pengembangan perangkat lunak untuk aplikasi orthodonti
Tulisan ini membahas pengembangan perangkat lunak
penapakan citra cephalometri berbantuan komputer
untuk diagnosa dan perawatan dalam aplikasi
orthodonti. Sebuah metode dikembangkan untuk
meningkatkan mutu baik profil jaringan lunak
maupun profil skeletal citra cephalometri,
sehingga memudahkan para orthodontist dalam
melakukan penapakan dan pengukuran pada layar
peraga. Penyembunyian latar belakang dengan
teknik nilai ambang sederhana maupun adaptif, dan
operator Laplace dikembangkan untuk meningkatkan
mutu profil jaringan lunak; deteksi sisi dengan
operator Robert, Robert Jain, Laplace-Jain, dan
Sobel dikembangkan untuk meningkatkan mutu profil
skeletal. Untuk mempertahankan informasi asli
pada data cittra sinar-x cephalometri, dibentuk
sebuah citra gabungan antara hasil peningkatan
mutu profil jaringan lunak, skeletal, dan citra
asli. Citra hasil gabungan inilah yang diusulkan
untuk digunakan dalam penapakan oleh
ortthodontist. Perangkat lunak yang dikembangkan
yang disebut SOIKUI (Sistem Ortthodonti Ilmu
Komputer Universitas Indonesia) diuji oleh
orthodontist dengan membandingkan hasil
pengukuran perangkat lunak ini dengan hasil
perangkat lunak JOE/RMO, serta hasil penapakan
manual dan perhitungan tiga orang orthodontist.
Analisa statistik Anova menunjukkan hasil baik.
-
Budhie Himawan
Evaluasi kinerja sistem komputer paralel berbasis pertukaran pesan TransPAU
Pemanfaat TransPAU secara efektif untuk
mendapatkan kinerja yang maksimal membutuhkan
pengetahuan kinerja TransPAU secara rinci. Tujuan
penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi
kinerja sistem komputer paralel TransPAU. Hasil
yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan
sebagai dasar perkiraan kinerja suatu algoritme
paralel pda TransPAU serta dasar pertimbangan
perancangan dan implementasi algoritme paralel
untuk memperoleh kinerja yang maksimal. Kinerja
yang dievaluasi sistem dilihat dari sudut pandang
bahasa pemrograman tingkat tinggi, yang
mencerminkan perpaduan antar kinerja perangkat
keras dan kinerja perangkat lunak. Mengacu pada
struktur sistem komputer paralel berbasis
pertukaran pesan, maka kinerja yang dievaluasi
adalah kinerja komputasi dan kinerja komunikasi.
Evaluasi kinerja dilakukan dengan menggunakan
teknik pengukuran. Pengukuran kinerja komputasi
dan komunikasi masing-masing dilakukan terhadap
prosesor dan jaringan TransPAU. Hasil evaluasi
kinerja komputasi prosesor TransPAU antara lain
menunjukkan tinggi kinerja prosesor pada operasi
aritmatika integer dibangind pada operasi
aritmatika dengan tipe data dasar dibandingkan
tipe data array. Sedangkan hasil evaluasi kinerja
komunikasi jaringan interkoneksi antara lain
menunjukkan waktu komunikasi pesan tunggal satu
arah dapat dimodelkan dengan persamaan linear
sederhana.
-
Toga Halomoan Marpung
Analisa kinerja algoritma pencari akar polinomial pada sistem multiprosesor berbasis transputer
Tulisan ini akan membahasa analisa kinerja dari
kalkulasi seluruh akar suatu polinomial Pn(X)
secara simulan yang dimplementasikan pada sittem
multiprosesor berbasis transputer. Analisa yang
dimaksud berkisar pada masalahspeedup
(peningkatan kecepatan) terhadap perbedaan jumlah
prosesor, algoritma yang digunakan, dan trade-off
paralelisme lainnya. Dalam tulisan ini ada 2
algoritma paralel pencari akar yang akan diuji
yaitu yang dibuat oleh Durand-Kerner dan Ehrlich.
Kedua algoritma ini mempunyai potensi untuk
dikembangkan dalam sistem pemrosesan paralel.
Kesimpulan utama yang didapat dalah bahwa untuk
kedua algoritma, speedup meningkatkan seiring
dengan bertambahnya jumlah prosesor yang
digunakan walaupun dari segi efisiensi
pemanfaatan prosesor terjadi penurunan.
-
Dian Irawatie Nasution
Alat bantu case untuk programan: pembangkit kerangka program dbase IV menggunakan metode perancangan terstruktur yourdon/constantine
Metodologi pengembangan perangkat lunak disusun
berdasarkan siklus pengembangan perangkat lunak
yang terdiri dari sejumlah tahapan yaitu:
analisis, perancangan, implementasi, uji program,
dan perawatan. Setiap tahapan dapat dibantu oleh
sistem komputer yang dikenal sebagai alat bantu
pengembangan perangkat lunak (Computer Aided
Software Engineering-CASEtool). Metodologi
pengembangan perangkat lunak yang saat ini banyak
digunakan adalah metodologi terstruktur. Salah
satu metode terstruktur untuk tahap perancangan
adalah metode yang dikemukakan oleh Edward
Yourdon, yang kemudian diperluas oleh Larry
Constantine. Hasil penerapan dari metode ini
untuk perancangan adalah suatu diagram struktur
yang menggambarkan struktur dari perangkat lunak
yang dirancang, yakni hirarki fungsional,
ketergantungan, pengulangan, inklusi, pemilihan,
serta pengiriman arus data dan kontrol antara
modul-modul pembentuk perangkat lunak tersebut.
Tulisan ini merupakan hasil penelitian dari
pemanfaatan diagram struktur berdasarkan metode
perancangan terstruktur Yourdon/ Constantine guna
membantu otomasi tahap implementasi. Perangkat
lunak sebagai hasil dari penelitian ini adalah
prototipe sebuah alat bantu pembangkit kode yang
diberi nama DB4GEN, dimana kode yang dihasilkan
berupa kerangka program dBase IV. Dengan
menggunakan DB4GEN ini konsistensi antar program
yang dihasilkan dengan rancangan program dapat
dijaga serta waktu yang dibutuhkan untuk
penulisan program dapat dipersingkat karena telah
tersedia kerangka kode program dalam bentuk
program terstruktur. Selain itu DD4GEN
menghasilkan dokumentasi program guna mempermudah
pemrograman dalam ...
-
Kamin Arifin
SPN: Sistem Pendistribusian Usenet News
Usenet merupakan salah satu sarana diskusi
elektronis. Idealnya, informasi Usenet tersebut
dapat disebarkan dan dibaca oleh individu atau
organisasi di luar lingkungan UI, karena
kemungkinan besar banyak informasi-informasi yang
berguna bagi mereka. Sistem online merupakan
salah satu mekanisme penyebaran informasi yang
baik. Namun, saat ini sistem online sukar
diterapkan di Indonesia karena kurangnya sarana
komunikasi. SPN merupakan sistem pendistribusian
artikel Netnews dengan menggunakan disket sebagai
media. Sistem ini meliputi pengolahan data
Netnews pada sistem operasi Unix, yaitu dengan
melakukan pembungkusan terhadap artikel-artikel
Netnews menjadi paket-paket Netnews yang siap
didistribusikan. Pendistribusian paket Netnews
dan administrasi pelanggan dilakukan pada
komputer PC/AT. Administrasi meliputi pencatatan
pesanan pelanggan, data pribadi pelanggan,
keuangan pemesanan dan modul untuk pencetakan
label alamat dan label disket.
-
Adi Widiantono
Sistem penterjemahan antar bahasa tingkat tinggi generasi keempat sebuah prototip
Perkembangan bahasa pemrograman komputer demikian
cepat. Bahasa generasi keempat pun muncul. Dua
diantaranya adalah INGRES/4GL1 dan INFORMIX-4GL2
kedua bahasa tersebut mempunyai perbedaan dasar
pemrograman, tetapi mempunyai ruang linkup yang
dama yaitu basis data. Sistem penterjemah ini
dibangaun untuk membangun sebuah kompilator.
Menggunakan metode pembuatan sebuah kompilator:
analisa leksikal, analisa sintaks, pengaturan
tabel simbol dan pembentuk instruksi (code
generator). Sistem penterjemah ini menerima
masukan berupa file yang berisi program sumber
dengan sintak INGRES/4GL dan menghasilkan
keluaran berupa terjemahan dalam sintak
INFORMIX-4GL. Metode yang digunakan cukup efektif
dalam pembuatan sistem ini. Hasil dari sistem
dapat ini menjembatani kelebihan maupun kelemahan
dari INGRES/4GL dan INFORMIX-4GL
-
Faizah Firdaus
Alternatif penyimpanan berkas tetap dalam bentuk kode menggunakan beberapa struktur pohon
Menyimpan berkas tetap yang berukuran besar
seperti teks terjemahan Al Quran, GBHN, KUHP, dan
yang sejenisnya sangat makan tempat (storage).
Mengubah berkas tetap ini ke dalam bentuk kode
merupakan alternatif lain untuk memampatkan data.
Permasalahannya, bagaimana mendapatkan kode yang
optimal. Dalam tugas akhir ini, penulis
menggunakan struktur pohon seimbang (Balance
Tree), pohon Alfabet (Aphabetic Tree), dan pohon
Optimal Alfabet (Optimal Alphabetic Tree).
Penelitian ini dibagi lagi menjadi dua kelompok.
Percobaan yang pertama kode bibuat berdasarkan
karakter, sedangkan percobaan kedua berdasarkan
kata. Hasil dari percobaan kedua selalu lebih
baik dari percobaan pertama dimana jumlah storage
cost yang dibutuhkan lebih kecil. Namun percobaan
kedua mempunyai kendala, yaitu tidak dapat
mengakses data masukan yang berukuran > 30 kbyte
disebabkan keterbatasan mesin yang dipergunakan.
Dari seluruh metode yang diuji, struktur pohon
Optimal Alfabet merupakan metode yang terbaik.
Ini dapat dilihat dari nilai ratio pemanpatan
yang dihasilkan yang dapat mencapai <50