- Betty Purwandari
Emulasi protokol 2-phase commit pada sistem basis data terdistribusi berbasis isis
Dimasa yang akan datang, sistem basis data
terdistribusi diperkirakan akan menggantikan
sistem basis data tersentralisasi, karena sistem
basis data terdistribusi memiliki beberapa
kelebihan yang sangat menunjang suatu organisasi
yang daerah operasinya tersebar. Di samping
kelebihan tersebut, sistem basis data
terdistribusi menurut penanganan yang lebih rumit
dibandingkan sistem yang tersentralisasi, seperti
pemeliharaan keatomikan dan durability transaksi
yang melibatkan beberapa site, dimana ada site
yang mengalami kegagalan. Salah satu cara untuk
menjamin keatomikan dan durability tersebut
adalah dengan mengembangkan protokol 2-phase
Commit (2PC). Protokol 2PC ayng ditunjang oleh
protokol terminasi dan pemulihan, serta penulisan
log yang sesuai kesepakan yang telah dicapai site
lain. Walaupun 2PC dapat diandalkan dalam proses
pemulihan, protokol tersebut tidak dapat mencegah
blocking yang terjadi jika koordinattor transaksi
mengalami kegagalan sebelum keputusan globalnya
diketahui seluruh partisipan. Blocking dapat
dihindari apabila sistem mampu memilih
koordinator baru yang akan memulai kembali proses
commit, dan tidak ada partisipan yang gagal;
pada saat itu. Tugas akhir ini merupakan emulasi
2PC tersebut diatas, yang diterapkan pada
aplikasi EFT (Electronic Fund Transfer). Emulasi
dikembangkan dengan memanfaatkan ISIS, suatu tool
pemrograman terdistribusi yang dilengkapi dengan
fasilitas grup proses dan pengiriman pesan CBCAST
- Budi Setiadi
Improver: Suatu Alat Penguji Mutasi Otomatis yang dapat Memberikan Alternatif Perbaikan Terhadap kesalahan Program Uji
Ketika pengujian mendeteksi kesalahan pada program uji coba, maka dilakukan
langkah perbaikan terhadap kesalahan program itu. Langkah ini dapat menjadi
penghambat karena pengujian akan dihentikan menunggu program selesai
diperbaiki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Improver, yaitu suatu alat
penguji otomatis berdasarkan teknik mutasi yang diahrapkan dapat memberkan
alternatif perbaikan pada kesalahan program selama kondisinya memungkinkan.
Dengan demikian, langkah perbaikan dapat dihindari.
Terhadap program P, teknik mutasi akan menghasilkan himpunan mutan. Data
tes T dikembangkan untuk membunuh mutan tersebut. Mutan terbunuh jika
keluarannya berbeda dengan yang diharapkan. Jika program P ikut terbunuh
maka dideteksi kesalahan pada program P. Jika kesalahan itu dapat di
modelkan secara langsung dengan mutasi, Improver akan mengusulkan mutan
yang masih hidup sebagai alternatif perbaikan bagi kesalahan program P.
Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Improver dapat memberikan alternatif
perbaikan pada kesalahan program jika kesalahan tersebut dapat dimodelkan
secara langsung dengan mutasi. (2). Improver dapat mendetekdi kesalahan
program walaupun tidak selalu dapat memperbaikinya. (3). Improver memiliki
beberapa kelemahan yang dapat diatasi dengan pengembangan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
[Abdat93] Abdat, S., "Towards Automatic Error Correction Using Mutation
Technique", Jakarta: Faculty of Computer Science University of
Indonesia, 1993. 10p, Unpublished.
[Beize] Beizer, B., Software Testing Techniques, 2nd ed, New York: Van
Nostrand Reinhold Company, 1990, xxvi+550 p.
[Berto91] Bertolino, A., "An Overview of Automated Software Testing", J
System Software, Vol. 15:133-138. (1991).
[Choi89] Choi, B.J., Demillo, R.A., Krauser, E.W., Martin, R.J., Mathur,
A.P., Offut, A.J., Pan, H., and Spafford, E.H., "The Mothra Tool
Conference on System Sciences, Kona, January 1989, pp.275-284.
[Coi93] Choi, B.J. and Mathur, A.P., "High Performance Mutation
Testing", J System Software, February 1993, Vol.20:135-152.
[DeMil78] Demillo, R.A., Lipton, R.J., and Sayward, G., "Hints on Test Data
Selection: Help for the Praciticing Programmer", IEEE Computer,
11, April 1978, pp. 34-41.
[Gerha75] Gerhart, S.L. and Goodenough, J.B., "Toward a Theory of Test Data
Selection", IEEE Transaction on Software Engineering, June 1975,
Vol 1 (2): 156-173.
[Howde82] Howden, W.E., "Weak Mutation Testing and Completeness of Test
Sets", IEEE Transaction on Software Engineering, July 1982, Vol.
8 (4): 371-379.
[Press92] Pressman, R.S., Software Engineering: A Practitioner's Approach.
3 rd ed, New York: McGraw-Hill, Inc. 1992, xxi+793 p.
[Mille81] Miller, E., "Introduction to Software Testing Technology", in:
Software Testing and Evaluation, Menlo Park, Calif: The Benjamin
Cummings, 1981, pp.4-16.
[Myers79] Myers, G.J., The Art of Software Testing, New York: John Wiley
and Son, 1979, xi+177 p.
[Offut94] Offut, A.J., and Lee, S.D., "An Empirical Evaluation of Weak
Mutation", IEEE Transaction on Software Engineering, May 1994,
Vol.20(5):337-344.
[Weyuk86] Weyuker, E.J., "Axiomatizing Software Test Data Adequecy", IEEE
Transaction on Software Engineering, December 1986, Vol.12 (12):
1128-1138.
[Weyuk88] Weyuker, E.J., "The Evaluation of Program-Based Software Test Data
Adequacy Criteria", Communcation of the ACM, June 1988, Vol.31
(6): 668-675.
- Dirk Pieter Siegers
Representasi kematangan proses pengembangan perangkat lunak dalam skala industri dengan menggunakan pendekatan berorientasi obyek
Model kematangan kemampuan(Capability Maturity
Model-CMM) merupakan suatu model untuk mengukur
serta meningkatkan kematangan manajemen suatu
pengembang perangkat lunak dalam menghasilkan
produk yang bermutu. Jika pengembang menerapkan
model ini maka manajemen dan kualitas produk yang
dihasilkan, akan semakin baik. Pada model ini,
tingkat kematangan manajemen pengembang dalam
mengembangkan perangkat lunak, dibagi menjadi 5
tingkatan Tingkat I merupakan manajemen yang
terburuk dan tingkat 5 merupakan manajemen yang
terbaik. Dalam tugas akhir yang dibuat,akan
mempresentasikan proses-proses yang harus
dilakukan jika pengembang perangkat lunak akan
berpindah dari tingkat 3 ke tingkat 4, melalui
pendekatan berorientasi obyek. Reprensentasi
tersebut akan dituangkan dalam model yang
berorientasi obyek dan kemudian diimplementasikan
dalam sebuah alat bantu. melalui alat bantu
tersebut, pemakai akan dipandu dalam melaksanakan
proses-proses yang harus dilakukan jika akan
berpindah dari tingkat 3 ke tingkat 4.
-
Ibnu Rasid
Analisa unjuk kerja algorirme paralel pencari nilai eigen dari matrix tridiagonal simetri
Komputasi paralel merukan salah satu bidang yang
relatif masih baru dalam dunia komputer.
Komputasi paralel dapat memberikan terobosan
dalam penyelesaian masalah-masalah secara jauh
lebih cepat dari komputer tercepat yang ada
sekarang. Dalam aplikasinya, komputasi pararel
dimanfaatkan antara lain untuk memecahkan
masalah-masalah matematik, antaralain mencari
nilai eigen dari matrik tridiagonal simetri.
Pencarian nilai eigen dari matrik tridiagonal
simetri melibatkan metode pencarian akar dan
dapat diselesaikan dengan menggunakan algoritme
paralel. Tulisan ini membahas perbandingan metode
mencari akar dan analisa unjuk kerja algoritma
paralel pencari nilai eigen dari matrik
tridiagonal simetrik. Sistem komputer yang
digunakan adalah TransPAU, Sistem Komputer
paralel berbasis Message-Parsing. Hasil
eksperimen menunjukkan bahwa bisection method
mempunyai order konvergensi yang paling lambat,
dan metode regula falsi membutuhkan running times
terkecil secara keseluruhan. Penggunaan komputer
parallel dapat meningkatkan daya komputasi.
Semakin banyak jumlah proses yang digunakan,
mengakibatkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan masalah semakin kecil. Tetapi hal
ini diiringi dengan menurunnya efisiensi.
- Hestina Sinaga
Pembangkit skema basisdata relasional dalam pemodelan sistem berorientasi objek
Metodologi rakayasa perangkat lunak berorientasi
objek (Object-oriented OO) membagi pengembangan
perangkat lunak dalam beberapa tahapan yaitu
analis, perancangan, implementasi dan perawatan.
Setiap tahapan dapat dibantu dengan alat bantu
rekayasa perangkat lunak (Computer Aided Software
Engineering-CASE tool). Metodologi yang ada belum
mempunyai satu kesatuan bakuan baik dalam
terminologi maupun notasinya. Selanjutnya tulisan
ini mengacu pada metodologi berorientasi objek
(BO) yang mutakhir yang dikemukanan oleh Peter
Coad dan Edward Yourdon pada tahun 1990. Saat ini
alat bantu pembangkit skema basisdata relasional
(Schema Generator) untuk pengembnagan perangkat
lunak dengan metodologi BO belum tersedia. Alat
bantu ini dapat memudahkan tahap rancangan
basisdata, terutama dalam menghasilkan skema
basisdata relasional dari model sistem aplikasi
yang dirancang. Tulisan ini merupakan hasil
penelitian untuk mengembangkan Pembangkit Skema
Basis Data Relasional(PSBR) pada pemodelan sistem
dengan metodologi BO menurut bakuan Coad dan
Yourdon. Penelitian ini diawali dengan melakukan
studi perbandingan terhadap pembangkit skema
basisdata yang sudah diterapkan pada metodologi
terstruktur. Aturan pemetaan (mapping rules) dari
hasil Komponen Lingkup Masalah (Problem Domain
Component) sebagai perluasan analisis BO ke model
basisdata relasional diperlukan untuk
merealisasikan PSBR. Perancangan salah satu
komponen dari tahap perancangan Coad dan Yourdon
yaitu komponen manajemen data untuk pengaturan
basisdata relasional (basisdata aplikasi yang
dihasilkan juga merupakan bagian dari penelitian
ini.
- Bumi Aryani
Prototipe kernel sistem informasi geografis berbasis raster dengan struktur data quadtree
Sistem informasi geografis memproses data
spasial, yang dapat direpresentasikan dengan
struktur raster atu vektor. Representasi dengan
struktur vektor lebih berkembang, padalah
struktur datta vekor membutuhkan algoritma yang
rumit untuk melakukan proses kombinasi beberapa
peta dan proses analisa data spasial [Burr87}.
Kerumitan itu tidak terjadi pada struktur data
raster. Selain itu struktur vektor perlu konversi
data raster ke vektor yang dapat menyebabkan
detil data akibat pereduksian. Kendala utama
implementasi struktur data raster berkenaan
dengan media penyimpanan, karena membutuhkan
ruang penyimpanan datat yang besar. Alternatif
pemecahan masalah tersebut menggunakan struktur
data quadtree ayng banyak dikembangkan oleh
banyak alhli[Same90]. Pada dasarnya reprenstasi
quadree ada dua jenis; (1) Quadtree berpointer
(Pointer quadtree), diimplementasikan dengan
pohon (tree). (2) Quadtree tak berpointer
(Pointerless Quadtree), yang diimplentasikan
dengan list dari blok-blok. Dalam rangka memilih
jenis representasi yang tepat untuk
diimplementasikan pada kernel sistem informasi
geografis berbasis raster, tugas akhir ini
mengimplementasikan prototipe kernel berasis
quadtree berpointer dan tak-berpointer, dan
kemudian melakukan uji unjuk kerja setiap
primitif-primitif yang diimplementasikan (rotasi,
translasi, dan sebaginya). Adapun parameter dari
pengujian adalah waktu dan ruang penyimpanan
data. Dari haisl unjuk kerja tersebut dilakukan
analisa perbandingan.
- Richard Adolf Kasenda
Manajer repository untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi objek
Metodologi untuk mengembangkan atau membuat suatu
perangkat lunak biasanya terdiri dari tahapan,
secara garis besar adalah analisis, perancangan,
implementasi, dan perawatan. Selama ini metode
untuk setiap tahapan mempunyai piranti(tool) atau
CASE(Computer-Aided Software Engineering) yang
berdiri sendiri, dan hal ini dapat menyulitkan
integrasi datapada tiap piranti. Untuk mengatasi
kesulitan atau keperluan tersebut maka dibuat
suatu tempat penyimpanan data terpusat, serta
fasilitas yang bisa digunakan untuk dapat
mengatur informasi tersebut. Hal ini juga
dimaksudkan agar informasi pengembangan perangkat
lunak datp disimpan dan tersedia bagi siapa yang
membutuhkan. Repository untuk pengembangan
perangkat lunak dengan metodologi konvensional
sudah mulai tersedia. Saat ini CASE yang tersedia
untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi
objek terus melakukan pengembangan respositorynya
agar lebih mapan. Dalam tulisan ini disajikan
suatu respository yang dapat menyimpan data serta
mengintegrasikan piranti-piranti untuk
pengembangan perangkat lunak berorientasi objek.
Perancangan repository disini menggunakan
pemodelan relasi (ERD/Entity Relationship
Diagram). Manajer respository harus menyediakan
fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh para pengembang,
sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.
Dalam tulisan ini diberikan hasil pemikiran untuk
fasilitas-fasilitas apa saja yang dapat
memberikan informasi untuk pengembangan perangkat
lunak berorientasi objek, khususnya tahap
analisis dan perancangan.
- Syandra Sari
Prototipe pemeriksa tata bahasa baku bahasa Indonesia
Penyunting kata elektronis adalah salah satu
perangkat lunak aplikasi komputer yang banyak
digunakan oleh masyarakat. Penyunting kata
elektronis memberikan kemudahan bagi pemakainya
dalam membuat suatu dokumen. Pemakai penyunting
kata elektronis di Indonesia dapat menggunakan
berbagai macam produk perangkat lunak penyunting
kata yang beredar diluar sesuai dengan
kebutuhannya. Sayangnya, dari berbagai produk
tersebut, belum ada yang menyediakan fasilitas
yang membantu pemakai untuk pembuatan dokumen
dalam bahasa Indonesia. Pengembangan fasilitas
olah kata bahasa Indonesia pada penyunting kata
elektronis memang kegiatan yang sedang
dilaksanakan. Berbagai usaha telah mulai dirintis
untuk menyiapkan keperluan ini. Progam tugas
akhir penulis adalah salah satu usaha untuk
melengkapi keperluan tersebut, berupa prototipe
pemeriksa tata bahasa baku bahasa Indonesia.
Progam ini dikembangkan dengan alat bantu Lex dan
Yacc. Dan baru dikembangkan untuk pemeriksaan
kalimat tunggal. Aturan-aturan tata bahasa yang
berlaku untuk pembentukan kalimat yang benar
telah penulis coba reprensentasikan dalam tata
bahasa LL dan tata bahasa LR. Dengan penulisan
tata bahasa LL diperlukan banyak sekali non
terminal baru sehingga state yang dibutuhkan
cukup besar. Banyaknya konflik shift dan reduksi,
diakibatkan oleh banyaknya himpunan first yang
sama. Sedangkan, dengan tata bahasa LR, walaupun
tidak menghilangkan, masalah yang dihadapi dapat
dikurangi. Penelitian yang penulis lakukan masih
jauh dari sempurna dan kebutuhan, masih masih
yang perlu dan dapat dikerjakan untuk
pengembangan pemeriksa tata bahasa baku bahasa
Indonesia lebih lanjut.
-
Hendranto Nugroho
Evaluasi Penerapan Pewarisan Jamak Pada Pengimplementasian Skema Transformasisi RaRaS.
Pemrograman berorientasi objek adalah pendekatan
pemrograman yang relatif baru dan berbeda dengan
pendekatan pemrograman prosedural yang sudah
digunakan selama ini. Sebagai suatu pendekatan
yang relatif baru, beberapa aspek dalam
pemrograman berorientasi objek masih
diperdebatkan. Salah satunya adalah penerapan
pewarisan jamak untuk pengimplementasian
objek-objek yang mempunyai abstraksi jamak.
Beberapa ahli memberikan pendapat bahwa penerapan
pewarisan jamak memberikan hasil lebih baik
daripada pendekatan substitusi, sedangkan
sebagian lain menentang penernapan pewarisan
jamak karena pewarisan jamak dapat menimbulakan
masalah dan masih ada pendekatan substitusi yang
lebih mudah dan aman. Penelitian ini bertujuan
untuk menelaah keunggulan-keunggulan penerapan
pewarisan jamak dalam pengimplementasikan
objek-objek yang mempunyai abstraksi jamak.
Pendekatan yang dilakukan adalah membandingkan
antara penerapan pewarisan jamak dan penerapan
pewarisan tunggal yang dikombinasikan dengan
asosiasi dalam pengembangan perangkat lunak.
Perbandingan ditinjau dari tiga buah tolok ukur,
yaitu: kemudahan pemeliharaan, penggunaan kembali
program dan keandalan. Ketiga tolok ukur tersebut
merupakan faktor penting pada penggunaan
pemrograman berorientasi objek. Perangkat lunak
yang dibahas sebagai kasus adalah RaRaS (Rapid
prototyping tool for Real-time System
development), perangkat lunak pendukung yang
ditujukan untuk membantu perancang sistem
waktu-nyata menganalisis dan mengevaluasi
rancangannya dengan menggunakan teknik simulasi
waktu diskrit. RaRaS dikembangkan oleh Pusat
Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
-
Suci Ratnawati
Klasifikasi dan Model Matematika Untuk Kasus Rangkaian Elektronik
Salah satu bagian dari industri elektronika yang
menggunakan manfaat komputer adalah proses
simulasi rangkaian elektronik, khususnya
simulasinumerik rangkaian elektronik. Sebagian
besar rangkaian elektronik direpresentasikan oleh
model matemarika berupa Sistem Persamaan
Differensial Aljabar baik yanag linier maupun
yang nonlinier. Berdasarkan persamaan yang muncul
akhirnya dicari solusi numerik dari model
tersebut. Digunakan rutin DDASSL untuk
menyelesaikan persamaan differensial aljabar.
Paket aplikasi ini, demikian juga yang lainnya
belum ada fasilitas untuk memeriksa dan mencari
indeks persamaan tersebut. Fokus dari penelitian
ini adalah membuat fasilitas untuk memeriksa dan
mencari indeks sistem persamaan differensial
aljabar serta menyelesaikannya dengan menggunakan
rutin DDASSL yang memakai metode Backward
Differential Formula. Pemeriksaan dan pencarian
indeks dari sitem persamaan differensial aljabar
diharapkan dapat menjadi preprosessor paket
simulasi numerik rangkaian elektronik.
- Nadiah Alatas
Pengenalan Suara dengan jaringan Neural Buatan Artmap
Otak manusia mampu melakukan tugas-tugas sederhana, seperti mengenali
suara dengan amat baik. Sedangkan komputer dengan segala kecanggihannya
sulit menandingi manusia untuk melakukan tugas-tugas tersebut.
Berdasarkan hal ini para ilmuwan berusaha membuat suatu model dari otak
manusia yang dikenal dengan nama jaringan neural buatan. Salah satu
dari model jaringan neural ini adalah ARTMAP. ARTMAP dapat mempelajari
pola-pola baru tanpa melupakan pola-pola lama. ARTMAP mampu mengklasifikasi
kan pola-pola masukan yang diterima ke dalam berbagai kategori pengenalan
berdasarkan keberhasilan dan kegagalannya melakukan predikasi.
Dalam tugas akhir ini dibuat suatu prototipe penerapan ARTMAP pada proses
pengenalan suara manusia. Sistem pada dasarnya terbagi atas dua tahap.
Tahap pertama merupakan tahap pemrosesan awal yang berfungsi untuk mengeks-
traksi pola dari dunia nyata. Pola masukan dari dunia nyata diubah bentuknya
ke bentuk masukan yang sesuai dengan spesifikasi sistem. Pemrosesan awal
melibatkan transformasi Fourler (FFT) yang digunakan untuk menguraikan
data dijital gelombang suara ke dalam domain frekuensi. Sedangkan
tahap kedua merupakan tahap pemrosesan ARTMAP, yang berfungsi sebagai
modul pengklasifikasi pola masukan agar dapat dipelajari dan dikenali
polanya.
DAFTAR PUSTAKA
[Brig88] Brigham, E.O., The Fast Fourier Transform and Its Applications,
Prentice-Hall Inc., 1988.
[CaGr87] Carpenter, Gail A. and Stephen Grossberg, "A Massively Pararel
Architecture for A Self-Organizing Neural Pattern Recognition
Machine", Computer Vision, Graphic, and Image Processing, Vol 37,
54-115, Academic Press Inc. 1987.
[CaGr91] Carpenter, Gail A., Grossberg, Stephen, Reynolds, John H.,
"ARTMAP: Supervised Real Time Learning and Classification of
Nonstationary Data by Self-Organizing Neural Network", Neural
Networks, vol.4, Pergamon Press, Inc 1991.
[Corr90] Cormen, T.H., Leiserson, C.E., Rivest, R., Introduction to
Algorithms, Cambridge: The MIT Press Cambridge, 1990. 776-800.
[FrSk91] Freeman, James A., Skapura, David M., Neural Networks Algorithms
Application, and Programming Techniques, Addison Wesley,
Reading, MA, 1991.
[Mar93] Markowitz, J. "The Power of Speech. "Al Expert. Januari 1993.
29-33.
[Micr91] Microsoft Corporation . Microsoft Windows Multimedia Programmer's
Reference. Washinton: Microsoft Press, 1991.
[Perr94] Perry, P. Multimedia Developer's Guide. Indianapolis: SAMS
Publishing, 1994.
[Press87] Press, W.H., Flannery, B.P., Teukolsky, S.A., Vetterlin, W.T.,
Numerical Recipes: The Art of Scientific Computing, Cambridge
University Press, 1987.
[Turt92] Turtle Beach System. Wave for Windows. Turtke Beach System, 1992.
[Wibi93] Wibisono, S. Simantap: Simolator Jaringan Neural ARTMAP. Depok:
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1993.
- Mirna Sriredjeki
Mesin Logika Fuzzi dan Implementasinya
Perkembangan pengetahuan manusia dan kemajuan yang pesat dalam teknologi
komputer mendorong manusia untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu
untuk mengatasi hampir semua masalahnya, terutama masalah kompleks.
Sistem komputer tradisional melakukan deskripsi suatu masalah dengan
tingkat tinggi, sedangkan masalah yang kompkles sulit dideskripsikan
dengan ketelitian yang tinggi. Sistem logika fuzzi, sistem yang tidak
ketelitian yang tinggi untuk mendeskripsikan suatu masalah, dapat digunakan
untuk mengatasi masalah kompleks, yang membutuhkan deskripsi secara
manusiawi atau pemikiran yang berdasarkan intuisi.
Sebuah sistem kontrol yang menggunakan pengalaman manusia sebagai dasar
operasinya adalah salah satu sistem kompleks yang sulit dideskripsikan
dengan matematika tradisional. Oleh karena itu dipergunakan pendekatan
yang menggunakan logika fuzzi. Dalam tugas akhir ini, diimplementasikan
suatu mesin logika fuzzi. Mesin abstrak ini dipakai sebagai sebuah alat
bantu untuk melakukan proses kontrol, yaitu menentukan aksi yang harus
dilakukan, pada sebuah alat pengontrol fuzzi. Dari hasil uji coba beberapa
sistem pengontrol fuzzi, dapat disimpulkan bahwa mesin logika fuzzi dapat
digunakan untuk memecahkan masalah pada proses kontrol yang menggunakan
pengalaman manusia sebagai dasar.
DAFTAR PUSTAKA
[BOR91] BORLAND C++ V.3.1, BORLAND. Int., Inc., California: 1991-1992.
[JAM93] Jamshidi, M., Vadiee, N., and Ross, T.J. Fuzzy Logic and Control:
Software and Hardware Applications Prentice Hall International,
Inc., 1993.
[KIC78] Kickert, W.J.M., and Mamdani, E.H. "Analysis of a Fuzzy Logic
Controller" in: FSS 1, 1978, 29-44.
[KLI92] Klir, George J. and Tina A. Folger. Fuzzy Sets, Uncertainty,
and Information New Jersey: Prentice-Hall, Inc., 1992.
[KOS93] Kosko, Bart and Satoru Isaka. "Fuzzy Logic" Scientific American,
July 1993, 62-67.
[MUN94] Mukata, T. and Y. Jani. "Fuzzy Systems: An Overview"
Communications of The ACM, 37:3 (March 1994), 69-76.
[OST77) Ostergaard, J.J. "Fuzzy Logic Control of a Heat Exchanger Process"
in: Gupta, et al, 1977, 285-320
[SEL90] Self, Kevin. "Designing with fuzzy logic" IEEE Spectrum, November
1990, 42-44.
[SIB92] Sibigroth, James M. "Implementing Fuzzy Expert Rules in Hardware"
AI Expert, April 1992, 25-27.
[TUC94] Tucker, J.A.R., Philip E. Fraley, and Lawrence P. Swanson. "Fuzzy
Logic in C: An Update" Dr. Dobb's Journal, April 1994, 56-62.
[VIO93] Viot, Greg. "Fuzzy Logic in C" Dr. Dobb's Journal, February 1993,
40-49.
[WAL93] Walsh, Birrell. "Fuzzy Logic: The American Market" AI Expert,
November 1993, 39.
[ZAD65] Zadeh, L.A. "Fuzzy Seta. "Information and Control, Vol.8. New
York: Academic Press, 1965, 338-353.
[ZAD70] Zadeh, L.A. and R.E. Bellman. "Decision-Making in a Fuzzy
Environment."Management Science, 7:4 (December 1970), 141-164.
[ZAD73] Zadeh, L.A. "Outline of a New Approach to the Analysis of Complex
Systems and Decision Process." IEEE Trans. Systems, Man, and
Cybernetics, SMC-3 (1973), 28-44.
[ZAD75] Zadeh, L.A. "The Concept of a Linguistics Variable and Its
Application to Approximate Reasoning," Part 1 and 2, Information
Sciences, 8 (1975), 199-249.
[ZAD76] Zadeh, L.A. "A Fuzzy-Algorithmic Approach to the Definition of
Complex or Imprecise Concepts" Int. J. Man-Machine Studies,
8 (1976), 249-291.
[ZAD78] Zadeh, L.A."PRUF - A Meaning Representation Language for Natural
Language." Int. J. Man-Machine Studies, 10 (1978), 395-460.
[ZAD79] Zadeh, L.A. "A theory of Approximate Reasoning." dalam J. Hayes,
D. Michie, and L.I. Mikulich, Eds., Machine Intelligent, Vol.9.
New York: Halstead Press, 1979, 149-194.
[ZAD83] Zadeh, L.A. "The Role of Fuzzy Logic in the Management of
Uncertainty in Expert Systems." Fuzzy Stes and Systems, 11 (1983),
199-227.
[ZAD92] Zadeh, L.A. "The Calculus of Fuzzy If/Then Rules" AI Expert,
March 1992, 23-27.
[ZAD94] Zadeh, L.A. "Fuzzy Logic, Neural Networks, and Soft Computing"
Communications of The ACM, 37:3 (March 1994), 77-84.
[ZAD85] Zimmerman, H.J. Fuzzy Set Theory - and Its Applications
Dordrech: Kluwer-Nijihoff Publishing, 1985, Third Printing (1988).
-
Linda Rostiviani
Analisis Tekstur Citra Brodatz dan Citra Radar Berbasis Fraktal.
Tulisan ini merupakan penelitian awal dalam
menganalisa tekstur citra Radar. Tujuan
penelitian adalah untuk melihat apakah fraktal
dapat digunakan mengekstrak ciri tekstur suatu
citra. Fraktal adalah pembuatan bagian-bagian
obyek dengan cara yang sama dengan cara pembuatan
obyek keseluruhan (Cola93). Dimensi fraktal dan
lacunarity adalah suatu nilai yang menyatakan
karakteristik fraktal suatu obyek. Metode yang
diaplikasikan dalam penelitian ini untuk
memperoleh dimensi fraktal adalah metode box
counting, metode differential box counting dan
metode variasi. Tahapan-tahapan dalam menganalisa
suatu citra adalah mendapatkan citra masukan, pra
pemrosesan citra, mengekstraksi ciri,
mengklasifikasi citra, menampilkan keluaran
klasifikasi dan menganalisa kesalahan (Hajic76).
Penelitian ini membahas tahap pengekstrasian ciri
dengan menggunakan fraktal sebagai basis, hasil
klasifikasinya, dan menganalisa kesalahan untuk
citra Brodatz. Metode-metode diujicobakan untuk
citra Brodatz dan citra radar. Untuk citra radar
tidak dapat dikatakan fraktal baik atau buruk
digunakan untuk mengekstrak ciri tekstur, karena
tidak ada citra pembanding untuk memvalidasi.
Dari penelitian ini juga dapat dilihat metode
mana yang paling baik diantara metode-metode yang
diterapkan dengan merubah parameter masing-masing
metode yang diterapkan pada citra tekstur
brodatz.
- Pendi Tresna
Pengembangan Prototipe Kamus Elektronis Juita ke-Juita dalam Lingkungan Banyak Pelayanan Multi-server
Pengambilan informasi merupakan suatu aktivitas yang sangat dilakukan
oleh banyak orang. Di dalam pengambilan informasi banyak aspek-aspek
yang harus diperhatikan antara lain : ketepatan informasi, kecepatan
akses suatu informasi, lokasi informasi.
Informasi atau data biasanya (secara elektronis) pada suatu lokasi ter-
tentu baik itu banyak maupun sedikit. Untuk informasi/data yang sedikit
tidak akan memberikan kesukaran-kesukaran di dalam kita melakukan peng-
ambilan/pencarian informasi tersebut. Akan tetapi untuk informasi yang
sangat banyak jika disimpan di dalam satu lokasi saja, akan menimbulkan
hambatan/kesukaran di dalam melakukan pencarian informasi tersebut
antara lain :
- Waktu yang cukup lama untuk mencari informasi tertentu.
- Dibutuhkan lokasi penyimpanan yang besar.
Prototipe Kamus Elektronis JUITA (KE-JUITA) dalam lingkungan banyak-
pelayan (multi-server) merupakan sistem pengambilan informasi berbasis
jaringan, yang mana data/informasi yang dibutuhkan ditempatkan di
beberapa lokasi (dalam hal ini adalah data kamus besar bahasa Indonesia,
kata yang diawali huruf a-h ditaruh pada lokasi A, dan kata yang diawali
huruf i-z ditaruh pada lokasi B). Sistem ini menggunakan Browser, seperti
Mosaic sebagai antar muka dengan pemakai untuk pengambilan informasi,
dan informasinya disimpan di beberapa tempat.
DAFTAR PUSTAKA
Adriani, Mirna. "Penyususnan Kamus Elektronis." Studi Dalam: Tautan
Komputer dan sastra Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1995.
Berners-Lee, Tim et al. "The World Wide Web". ACM Communications, Vol.37
No.8 (1994). 76-82.
Comer, Douglas E. Internetworking With TCP/IP. 2nd ed. Englewood Cliffs:
Prentice Hall, Inc., 1991.
Dougherty, D. and Richard Koman. The Mosaic Handbook for Microsoft Windows.
Sebastopol: O'Reilly & Associates, Inc, 1994.
Galant, R, and Stephen Goodman Open Client DB-Library Refrence Manual.
Manual. Christie Avenue Emeryville, CA: Sybase, Inc, 1990.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kmaus Besar Bahasa Indonesia.
Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka, 1991.
Sinha, Alok. "Client-Server Computing". ACM Communications, Vol. 35 No.7
(1992), 76-98.
Stevens, W.R. Unix Network Programming. Englewood Cliffs: Prentice Hall,
Inc, 1990.
Stevens, W.R. TCP/IP Illustrated: The Protocols. Vol.1. Massachusetts:
Addison-Wesley Publishing Company, 1994.
Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. 2nd ed. Englewood Cliffs:
Prentice Hall, Inc, 1989.
- Santoso Wibowo
Pengembangan Prototipe Sepintas dengan Dukungan Berbagai Sumber Informasi yang Terintegrasi
Sitem Informasi Eksekutif (SIE) telah berkembang dan memberikan banyak
dampak positif. Konsep awal SIE juga mengalami perluasan di mana sistem
informasi yang semula dirancang bagi para eksekutif telah diterapkan pula
pada sistem informasi bagi pemakai di berbagai tingkat dalam organisasi.
Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat, seringkali diperlukan
pengambilan dan pengintegrasian informasi dari berbagai sumber dengan
representasi yang informatif, serta dengan dukungan antarmuka yang sangat
bersahabat dengan pemakai. Dalam tugas akhir ini, dilakukan penelitian
mengenai pengintegrasian informasi dari berbagai sumber yang dilakukan
dalam sistem berbasis klien-pelayan pada jaringan TCP/IP.
Penelitian difokuskan pada pengintegrasian informasi dalam bentuk
terstruktur yaitu basis data relasional, dengan informasi dalam bentuk
kurang terstruktur, yaitu dokumen-dokumen HTML. Informasi-informasi
tersebut kemudian direpresentasikan dalam bentuk hipermiedia untuk
mendukung kemampuan penelusuran lebih lanjut (drill-down investigation).
Penelitian dilakukan dengan melakukan studi literatur dan pembuatan
program prototipe yang mengimplementasikan suatu bentuk sistem informasi
untuk Pembimbingan Akademik, yang merupakan salah satu bagian dalam Sistem
Informasi Pimpinan Universitas (SIPINTAS).
DAFTAR PUSTAKA
Abdat Sjarif, Berlina Chandra, Saiful Ridwan dan Vesa Savolainen. "SIPINTAS:
an Executives Information System for the University of Indonesia"
in: Proceeding the Third International Conference on Decision
Support System, Hongkong, 1995 [467-473].
Abdat Sjarif, Johny Moningka, Santoso Wibowo dan Benny Nugroho."Integrasi
Informasi antara SQL-Server dan Web-Server serta penerapannya pada
Sistem Informasi Eksekutif" dalam: Konferensi Komputer Nasional,
Jakarta, 1995.
Dougherty, Dale and Richard Koman. The Mosaic Handbook for Microsoft
Windows. Sebastopol: O'Reilly & Associates Inc, 1994.
Friend, David. "EIS and the Collapse of the Information Pyramid" in:
Executive Information System: Emergence, Development, Impact.
Ed. Watson, Hugh J. et al, Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
Hunt, Craig. TCP/IP Network Administration. Sebastopol: O Reilly &
Associates Inc, 1993.
Mc. Leod, Raymond. Management Information System. 5 th ed. Net York:
Macmillan Publishing Company, 1993.
Pressman, Roger S. Software Engineering. 3th ed. Singapore: McGraw Hill Inc,
1992.
Rockart, John F. and Michael E. Treacy. "The CEO Goes On Line" in: Executive
Information System: Emergence, Development, Impact. Ed. Watson,
Hugh J. et al. Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
Rockart, John F, and David W. DeLong."Moment of executive Enlightment" in:
Executive Information System: Emergence, Development, Impac. Ed.
Watson, Hugh J. et al. Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
Rudiarto, Partono dan Benny Ranti."Pemanfaatan Open System dalam
Pengembangan Sistem Informasi Eksekutif" dalam: Konferensi Komputer
Nasional VIII, Jakarta, 1993.
Stevens, W. Richard. " TCP/IP Illustrated: The Protocols" Volume I,
Massachusetts: Addison Wesley Publishing Company, 1994.
Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. 2nd ed. Englewood Cliffs:
Prentice Hall, 1989.
Wallis, Lou. "Power Computing at the Top" in: Exscutive Information
System: Emergence, Development, Impact. Ed. Watson, Hugh J. et all.,
Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
Watson, Hugh J. et al. "Exscutive Information System: A Framework for
Development and a Survey of Current Practices" in: Exscutive
Information System: Emergence, Development, Impact. Ed. Watson,
Hugh J. et al. Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
-
Wahyu Suadi
SBT: sistem berkas terkompres, implementasi dan analisa
Tugas akhir ini membahas implementasi sistem
berkas terkompres, yang bertujuan untuk
memperoleh ruang tambahan pada media sekunder.
Dalam tulisan ini dibahas, pendekatan yang
dipilih, algoritme dan masalah yang dihadapi
dalam implementasi. Pengembangan dilakukan pada
sistem operasi linux dengan mempergunakan bahasa
pemrograman C dan C++. Sistem diuji coba terhadap
beberapa kasus pemakaian untuk mengukur unjuk
kerja dari sistem dibandingkan dengan sistem
tanpa kompresi dan perangkat lunak lain yang
fungsinya serupa. Berdasarkan hasil tersebut
dapat pula diambil beberapa kesimpulan serta
saran untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem
ini.
-
Dwipo Setyantoro
Visualisasi clustering secara hirarkis seagai alat bantu analisa data
Laporan tugas akhir ini membahas tentang
pengembangan sebuah perangkat lunak untuk
melakukan visualisasi tiga dimensi pada
implmentasi metode clustering secara hirarkis.
Metode clustering yang digunakan adalah
single-link, complete-link, UPGMA, WPGMA,
UPGMC,WPGMC, dan metode Ward, yang menggunakan
rumus umum SAHN. Perangkat lunak yang
dikembangkan ini mempunyai fasilitas untuk
membuat visualisasi suatu data dengan sebuah
diagram titik yang mempunyai tiga buah sumbu.
Diagram ini dapat diputar untuk mencari sudut
pandang yang terbaik sehingga bentuk
pengelompokan atau clustering pada data dapat
terlihat dengan jelas. Selain itu perangkat lunak
ini menampilkan proses clustering baik tahapan
proses maupun hasil proses tersebut pada diagram
titik. Dialam penelitian ini dilakukan pengujian
berupa uji kinerja metoda, kencenderungan
komputasi, dan uji coba peragaan tiga dimensi
dengan menggunakan data iris sebagai data
masukan. Hasil penelitian ini membuktikan bahawa
perangkat lunak ini mampu mengimplementasikan
ketujuh metoda clustering dan memberikan
visualisasi yang cukup jelas untuk menunjukkan
keterpisahan cluster-cluster yang telah
terbentuk.
-
Neil Edwin F. Siregar
Pencarian kata berimbuhan pada kamus besar bahasa Indonesia dengan menggunakan algoritma stemming
Dalam upaya pengkomputerisasian Kamus Besar
Bahasa Indonesia timbul permasalahan tentand
metode penyimpanan datta untuk menghemat
penggunaan ruan disk. Metoda yang palin
gsederhana adalah dengan melakukan pengindeksan
berdasarkan lema dan sublema. Tetapi cara ini
akan mengakibatkan ukuran berkas indeks yang
semakin besar setiap kali terjadi penambahan lema
atau sublema baru. Pengindeksan berdasarkan lema
dapat memperkecil ukuran berkas indeks karena
tidak semua entri dimasukkan ke dalam berkas.
Namun hal ini akan menimbulkan masalah dalam
pencarian sublema. Untuk mengatasinya sistem
harus bisa membentuk kembali lema yang membentuk
sublema tersebut. Algorirma stemming adalah salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk
mengembalikan bentuk dasar yang membentuk sublema
tersebut. Metode yang digunakan pada algoritma
ini adalah metoda pemotongan imbuhan (affix
removal). Algoritma ini dapat memisahkan semua
jenis imbuhan dari sublema berimbuhan untuk
memperoleh lema yang membentuknya sehingga
pencarian sublema tersebut tetap dapat dilakukan.
-
Antonius Nugroho
Strategi penyusunan kamus referensi dan analisis kinerja metode pelacakan kata pada pemeriksa ejaan bahasa Indonesia
Program penyunting kata elektronis merupakan
hasil teknologi komputer yang dipakai oleh banyak
orang di segala bidang. Selain didukung teknologi
perangkat keras yang semakin cepat dan andal
dalam pemrosesan data, penyunting kata juga
dilengkapi fasilitas yang semakin canggih dan
bervariasi. Dengan bantuan penyunting kata
elektronis, seorang penulis dapat menuangkan
gagasannya dalam bentuk tulisan yang lebih indah
dan menarik. Pemeriksaan ejaan merupakan salah
satu fasilitas penyunting kata yang semakin
dirasakan kegunaannya. Pemeriksa ejaan yang andal
memiliki kemampuan untuk mendeteksi semua
kesalahan eja dalam waktu singkat. Kedua aspek
tersebut, yang menjadi topik utama laporan tugas
akhir ini, merupakan faktor-faktor yang
menentukan kinerja pemeriksa ejaan. Hasil
penalitian memperlihatkan bahwa tingkat
keberhasilan pelacakan kata dan kecepatan proses
merupakan dua faktor yang saling bertentangan,
sehingga kita harus mempertimbangkan kedua faktor
dengan cermatt untuk menghasilkan pemeriksa ejaan
dengan kinerja optimal. Lebih lanjut, penelitian
ini dapat dikembangkan dengan mengimplementasikan
teori pepelining dan multiprocessor dalam
pembuatan prototipe pemeriksa ejaan.
-
Feryzon Darwis
Alat bantu interaktif untuk keperluan identifikasi wajah
Tugas akhir ini bertujuan alat bantu interaktif
untuk keperluan identifikasi wajah berupa
perangkat lunak komputer. Alat bantu ini
mempunyai kemampuan membuat gambar wajah dari
penggabungan gambar bagian-bagian wajah yang ada
dalam basisdata. Dengan alat bantu ini
diharapakan dapat mempermudah pekerjaan
kepolisian dalam proses penyidikan tindak
kejahatan. Pengembangan alat bantu ini
menggunakan metodologi berorientasi obyek,
sedangkan alat bantu implementasi yang digunakan
adalah Microsoft Visual C++ ver. 1.0. Alat bantu
ini terdiri dari dua modul, yaitu: modul
pembuatan basisdata dan modul pembuatan gambar
wajah. Gambar yang digunakan direpresentasikan
sebagai citra raster dengan tingkat keabuan (gray
level). Alat ini memiliki fasilitas manipulasi
gambar berupa pengaturan tingkat kecerahan dan
kontras gambar, dan perbaikan akibat penggabungan
gambar bagian-bagian wajah. Manipulasi gambar
menggunakan teknik-teknik pengolahan citra.
Antarmuka dengan pemakai yang digunakan adalah
antarmuka berbasis grafik(Graphical User
Interface) dengan gaya interaksi pemilihan dan
manupulasi langsung. Dari ujicoba yang dilakukan
diperoleh sebuah gambar wajah baru yang berbeda
dari gambar wajah dasar yang ada dalam basisdata.
Gambar wajah yang dihasilkan memiliki ciri-ciri
gabungan dari gambar bagian-bagian wajah yang
digunakan. Pengoperasian alat ini cukup mudah dan
sederhana. Selain itu juga tidak memerlukan waktu
yang terlalu lama dalam proses pembentukan wajah
baru yang diinginkan.
-
Budhitama Subagdja
Pemodelan sistem pembangkit musik interaktif, adaptif dan emosional
Musik yang orisinil dan dapat diterima masyarakat
umum hanya dapat dihasilkan oleh pencipta yang
memiliki kreatifitas dan didasari oleh budaya
serta aspek-aspek psikologis seperti emosi,
pengalaman masa lalu, kognisi dan sebagainya.
Suatu alternatif agar komputer dapat menghasilkan
komposisi musik baru adalah penerapan model dari
keadaan mental manusia dalam proses penciptaan
musik. Model dari mental manusia harus memiliki
kemampuan untuk mendapatkan batasan dari
distribusi pola yang ada dilingkungannya, mampu
belajar dan adaptasi serta memiliki emosi yang
menentukan perilakunya. Dengan menerapkan model
seperti ini untuk menghasilkan karya musik,
diharapkan sifat dari hasil karyanya mendekati
atau menyerupai sifat hasil karya manusia.
Model-model mental yang sudah ada selama ini
dapat digunakan untuk membuat sistem pembangkit
musik dengan komputer, tetapi perlu beberapa
modifikasi dan interprestasi, agar semua
aspek-aspek dari mental manusia dapat digunakan.
Suatu alternatif modifikasi dari gabungan
beberapa model-model mental manusia adalah model
specialist demons bertingkat dengan penyebaran
fungsi supervisor. Dari karakteristiknya model
ini mempunyai perilaku tersendiri dalam
mengahasilkan karya musik. Hasil dari model ini
tidak dapat langsung diukur secara kuantitatif
tetapi harus secara kualitatif dan sesuai dengan
selera masing-masing.
-
Sri Viranti Budisayekti
Studi pengenalan permukaan obyek tiga dimensi
Perkembangan industri dan robotika yang pesat
menuntut adanya perangkat lunak untuk pengenalan
obyek tiga dimensi (3-D). Salah satu metodenya
adalah menggunakan karakteristik-karakteristik
fungsi permukaan yang dapat mencirikan berbagai
bentuk permukaan obyek secara unik. Perhitungan
karakteristik-karakteristik tersebut memerlukan
informasi kedalaman. Range image, yang
menyediakan informasi kedalaman permukaan secara
eksplisitt, sangat sesuai untuk kerpluan
tersebutt. Karakteristik fungsi permukaan yang
secara teroritis diketahui dapat mencirikan
bentuk permukaan diantaranya adalah kurvatur mean
dan Gaussian. Kombinasi tanda (sign) dari kedua
kurvatur tersebut dapat mencirikan delapan jenis
bentuk permukaan. Dari eksperimen yang dilakukan
pada sejumlah range image sintetik, diperoleh
nilai ambang tol sebesar 0,00001 untuk kurvatur
Gaussian serta 0,001 untuk kurvatur mean.
Pengujian kedua nilai ambang tersebut pada
sejumlah range sintetik yang telah diberi noise
acak dengan persentase kemunculan 20
-
Wishnu P Moliodihardjo
Pembuatan layanan pada jaringan telepon intelligent network dengan pendekatan berorientasi-obyek
Sistem jaringan telekomunikasi telepon saat ini
telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Peranan komputer dalam mengatur jaringan
komunikasi telepon menjadi sangat penting. Salah
satu sistem jaringan telekomunikasi telepon
dengan menjadi sangat penting. Salah satu sistem
jaringan telekomunikasi telepon dengan pengaturan
komputer sistem jaringan Intelligent Network(IN).
Peranan komputer dalam dalam jaringan IN meliputi
pengaturan dan perawatan jaringan serta pembuatan
layanan-layanan baru. Salah satu contoh layanan
IN adalah layanan bebas biaya atau freephone
(biasanya nomor telepon, yang menggunakan layanan
ini, diawali dengan 1-800). Tugas akhir ini
menerangkan proses pembuatan layanan pada
jaringan IN. Proses ini menggabungkan
fungsi-fungsi modular jaringan agar dapat
membentuk suatu layanan baru secara cepat dan
efisien. Karena sifat modularitas fungsi-fungsi
pembentuk layanan dalam IN, maka digunakanlah
pendekatan berorientasi-obyek dalam proses
pembentuknya. Untuk memperjelas proses pembuatan
dan proses pemanggilan sautu layanan IN, maka
pada tugas akhir ini dibuat pula simulasi
jaringan IN.
-
Andriani Novrita
PINOR: Piranti pelaksana normalisasi basis data relasional
Perancangan basis data dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai model data, salah satunya
adalah model ER (Entity Relationship model).
Model ER adalah sebuah konsep model data tingkat
tinggi yang lebih mendekati persepsi data bagi
pemakai. Beberapa paket basis data komersial
menggunakan kosep tersebut. Model ER menggunakan
diagram untuk mempresentasikan data dan hubungan
antar data dari basis data yang sedang dirancang.
Diagram tersebut akan dipetakan untuk memperoleh
tabel-tabel dalam basis data relasional.
Selanjutnya tabel-tabel tersebut akan
dinormalisasi berdasarkan konsep Functional
Dependency (ketergantungan fungsional). Proses
normalisasi terdiri atas beberapa tahapan yaitu
INF, 2NF, 3NF, BCNF dan seterusnya. Normalisasi
digunakan untuk membantu mengurangi, dan
sebagainya sehingga akan didapatkan basis data
yang baik. Tugas akhir ini bertujuan untuk
mengembangkan PIRANTI PELAKSANA NORMALISASI BASIS
DATA RELASIONAL (PINOR). PINOR memiliki fasilitas
editor untuk diagram ER, fasilitas pemetaan dan
fasilitas normalisasi terhadap tabel sehingga
bentuk 3NF atau BCNF. Masukan dari PINOR adalah
diagram ER dari EASYCASE for windows dan diagram
ER piranti ini sendiri. Hasil dari PINOR dapat
diimplementasikan menjadi suatu skema basis data
Microsoft Acess. PINOR dikembangkan dengan
menggunakan Visual Basic dan dijalankan dengan
sistem operasi Windows.
|