- Sugeng Warjianto
Alat Bantu Pemrograman Berorientasi Obyek
Alam pengembangan perangkat lunak, tahap
implementasi merupakan salah satu tahap yang
cukup penting. Hasil analisis dan rancangan yang
baik akan sangat membantu dalam tahap
implementasi tersebut, sehingga setelah tahap
implementasi akan dihasilkan suatu aplikasi yang
sesuai dengan spesifikasi. Penelitian ini mencoba
untuk menghasilkan suatu alat bantu dalam wahana
CASE berorientasi obyek. Alat bantu tersebut
digunakan dalam salah satu tahap pengembangan
perangkat lunak, yaitu tahap implementasi. Tiga
hal utama yang dilakukan oleh alat bantu tersebut
adalah menjaga konsistensi antara rancangan dan
implementasi, kedua adalah mengurangi tingkat
kesalahan sintaks dalam penulisan program,
sedangkan yang ketiga adalah mempercepat tahap
implementasi. Konsistensi yang dimaksud diatas
adalah adanya kesamaan data/informasi penting
antara rancangan dan implementasi. Hal ini
berarti setiap pengubahan data/informasi dalam
implementasi maka secara otomatis mengubah
rancangan, begitu juga sebaliknya. Konsistensi
dapat dilakukann karena data/informasi baik hasil
analisis dan perancangan maupun implementasi-
disimpan dalam satu repositori (repository).
Untuk mengurangi tingkat kesalahan dalam
penulisan sintaks kode-kode program, ditampilkan
data/informasi yang berguna dalam penulisan
program dan yang terekam pada repositori. Untuk
mendapatkan informasi tersebut maka digunakan
antarmuka generasi ketiga -mouse, windows,
pull-down menu, cotext sensitive operations,
dialog box- yang masing-masing mempunyai fungsi
khusus. Lingkungan pemrograman yang bersifat
interaktif diharapkan dapat menimbulkan daya
tarik dan mengatasi kejenuhan.
- Daniel Setiadi
Pengembangan Prototipe Perangkat Ajar Berbantuan Komputer yang Mendukung Penggunaan dan Pengembangan Strategi Belajar.
Pengajaran berbantuan komputer telah berkembang
cukup lama, dari bentuk yang sederhana seperti
drill-and-practice dan tutorial sampai ke bentuk
yang kompleks seperti pengajaran berbantuan
komputer yang bersifat intelijen atau cerdas.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, perangkat
ajar di dalam pengajaran berbantuan komputer
haruslah memberikan kemungkinan-kemungkinan
sehingga pemakainya dapat mengolah informasi
sedalam mungkin. Pengolahan informasi yang dalam
akan sangat membantu penyimpanan informasi di
dalam memori seseorang, yang akan mempengaruhi
jangka waktu ingatan akan informasi tersebut.
Pengolahan informasi ini sangat dipengaruhi oleh
rancangan instruksional dari perangkat ajar dan
pemakaian strategi belajar yang tepat oleh
pemakai perangkat ajar. Tugas akhir ini berupa
penelitian tentang pengembangan perangakt ajar
sederhana yang selain mengajarkan materi, juga
memiliki kemampuan untuk mendukung penggunaan dan
pengembangan strategi belajar. Strategi belajar
yang dipilih adalah strategi belajar pengolahan
informasi, yang terdiri dari empat strategi
belajar utama, yaitu strategi belajar
pengulangan, integrasi, organisasi, dan
elaborasi. Dukungan utama yang akan diberikan
oleh perangkat ajar adalah penanganan masukan,
pengenalan strategi belajar berdasarkan masukan
tersebut, serta penyediaan umpan balik kepada
pemakai tentang kondisi dan unjuk kerja dari
pemakai tersebut. Penelitian dilakukan dengan
melakukan studi pustaka, pengumpulan data-data
kognifnitif strategi belajar, pembuatan program
sederhana yang mengimplementasikan modul
pendukung penggunaan strategi belajar.
- Purwanto
Sistem pengenalan huruf tulisan tangan dengan pendekatan heuristik
Laporan ini membahas pengenalan huruf tulisan
tangan dengan pendekatan heuristik. Pengenalan
ditujukan untuk huruf latin a..z,A..Z. Huruf
dibaca melalui scanner, disimpan dalam format
file BMP monokrom. File BMP, berupa huruf.
Kerangka huruf merupakan masukan bagi metode
heuristik. Metode heuristik digunakan untuk
mengekstrasi (kerangka) huruf. Metode bekerja
berdasarkan titik-titik ujung, sudut (lancip),
cabang tiga, persilangan. Berdasarkan titik-titik
tersebut diperoleh potongan-potongan garis
pembentuk huruf. Potongan garis memiliki
karakteristik tertentu seperti; jenis titik awal
dan akhir garis, perubahan derajat kemiringan
(slope change), orientasi, panjang relatif
terhadap total panjang potongan-potongan garis
pembentuk huruf. Hasil ekstrasi dikelompokkan
dalam dua kelompok: kelompok titik dan kelompok
garis. Kelompok titik mencatat jumlah titik-titik
ujung, sudut(lancip), cabang tiga, persilangan
dan jumlah potongan garis. Kelompok garis
mencatat karakteristik setiap potongan garis.
Kedua kelompok data dipakai untuk belajar atau
mengenali huruf, merupakan deskripsi bagi huruf
tersebut. Huruf tidak dapat dikenali selama
polanya belum pernah dipelajari oleh sistem.
Pertama kali proses belajar harus dilakukan untuk
mendapatkan deskripsi pola huruf a..z,A..Z.
Deskripsi disimpan dalam file tex secara
akumulatif. Berdasarkan derskripsi tersebut
sistem diharapkan dapat mengenali huruf latin.
Hasil yang diperoleh, dengan data uji coba dengan
yang digunakan fase belajar mencapai 94,7
- Hendri
Algoritma pelacakan teks dengan toleransi kesalahan dan implementasinya
Dalam banyak situasi, string yang dilacak dalam
sauatu teks tidak diketahui dengan tepat, karena
adanya salah eja atau kesalahan dalam teksnya
sendiri. Untuk itu dibutuhkan suatu algoritma
pelacakan teks yang membolehkan adanya toleransi
kesalahan. Toleransi kesalahan di sini diukur
dengan jarang edit. Tugas akhir ini mengulas dan
mengimplementasikan algoritma pelacakan teks
dengan toleransi kesalahan(maksimum jarak edit
k=2) yang dikembangkan oleh Wu dan Manber.
Algoritma ini menggunakan teknik manipulasi bit
data sehingga proses pelacakan dapat dilakukan
dengan efisien. Untuk mengetahui kinerja dari
algoritma ini dilakukan ujicoba pada file yang
berisi lemma-lemma dari Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI). Hasil ujicoba menunjukkan bahwa
algoritma tersebut cukup praktis.
- Paul J. Tuanakutta
Perangkat bantu pengembangan perangkat ajar berbantuan komputer untuk bidang ilmu berbasis diagnosa: studi kasus pada bidang klinis
Kegiatan diagnosa memiliki peranan penting dalam
kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan
diagnosa yang baik dan benar memerlukan
pengajaran berupa praktek diagnosa. Pengajaran
berbantuan komputer dapat digunakan untuk
membantu pengajaran praktek diagnosa dengan
membuat suatu model perangkat pengajaran
berbantuan komputer. Untuk membuat model
perangkat bantu pengembangan perangkat ajar untuk
bidang ilmu berbasis diagnosa diperlukan
pengetahuan mengenai komponen-komponen diagnosa
dan batasan-batasan yang menyertainya. Studi
kasus terhadap bidang ilmu klinis diharapkan
dapat membuka jalan bagi model untuk
bidang-bidang ilmu berbasis diagnosa secara umum.
Komponen-komponen kegiatan diagnosa yang
didapatkan dari penelitian pustaka digunakan
sebagai acuan dalam membuat model. Dari uji coba,
secara fungsional model perangkat bantu
pengembangan perangkat ajar dapat diterima, baik
oleh guru maupun oleh siswa. Penggunaan teknologi
multimedia merupakan pendorong dalam kegiatan
belajar mengajar.
- Marlyn Morina
Implementasi Algoritma Quicksort pada PVM (Parallel Virtual Machine)
Pengurutan merupakan proses penting yang banyak
digunakan sebagai sarana untuk eksekusi algoritma
lain yang lebih kompleks. Selain itu juga, untuk
memudahkan pembacaan dan analisa suatu laporan
dibutuhkan data-data yang sudah terurut.
Kebutuhan pengolahan data dan informasi yang
lebih cepat semakin dirasa perlu. Penggunaan
prosesor cepat pun kadang-kadang masih belum
cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Karenanya dilakukan implementasi pada komputer
paralel. Penelitian ini bertujuan untuk
mengimplementasikan algoritma quicksort pada
jaringan komputer dengan sarana perangkat lunak
PVM (Parallel Virtual Machine) dalam tiga cara,
yaitu Select-Randomized-Quicksort, Quick
Mergesort, dan Randomized-Paralel. Keuntungan
implementasi pada PVM adalah tidak perlu
mengadakan perangkat keras pararel, karena PVM
mampu memanfaatkan jaringan komputer heterogen
yang sudah ada sebagai suatu sistem komputer
paralel. Jaringan komputer yang digunakan terdiri
atas 4 stasiun kerja SUN SPARCstation 1+ yang
dihubungkan melalui protokol TCP?IP Ethernet
dengan topologi jaringan bus.
- Joseph Victor
Transkriptor dari huruf latin ke huruf Jawa
Huruf jawa adalah salah satu khasanah budaya
bangsa yang harus dilestarikan. Salama ini untuk
bisa menulis dengan huruf Jawa dibutuhkan waktu
yang cukup lama untuk mempelajarinya. Untuk itu
penulis berusaha membuat sebuah perangkat lunak
(software) yang mempermudah siapa saja yang ingin
menulis dengan huruf Jawa. Perangkat lunak ini
akan mentrakripkan huruf Latin menjadi huruf
Jawa. Jadi pemakai (user) tinggal memberi masukan
(inputt) berupa kata, atau kalimat,atau paragraf,
atau berkas (file), dan perangkat lunak akan
memberikan keluaran (output) berupa tulisan huruf
Jawanya. Perangkat lunak yang dibuat, selain
membantu pemakai menulis huruf Jawa juga dapat
dijadikan sarana yang praktis dalam mempelajari
huruf Jawa. Hal ini disebabkan karena perangkat
lunak ini bersifat komunikatif, interaktif, dan
mudah dikuasai. Keluaran dari perangkat lunak ini
mudah untuk digunakan oleh perangkat lunak lain
yang bekerja berdasar (running under) Windows
seperti Microsoft Word karena perangkat lunak
yang dibuat juga berdasarkan Windows.
- Bayu Tenoyo
Studi implementasi jaringan propagasi balik untuk diskriminasi odor
Seiring dengan kemajuan teknologi elektronika dan
perkembangan ilmu komputer terutama bidang
kecerdasan buatan, pembuatan suatu sistem sensor
pengenal odor dapat dilakukan. Sistem sensor
pengenal odor ini berfungsi sebagai penggandi
tenaga ahli yang biasanya digunakan dalam
industri-industri baik makanan, minuman,
obat-obatan, dan bidang-bidang lainnya. Salah
satu komponen penting dari sistem sensor adalah
komponen perangkat lunak jaringan neural bautan.
Salah satu jenis jaringan neural buatan yang
dapat digunakan dalam sistem pengenal odor adalah
jaringan propagasi balik. Tugas akhir ini
merupakan pengimplementasian jaringan propagasi
balik dan pengamantan pengaruh beberapa parameter
terhadap lamanya waktu pelatihan.
Parameter-parameter yang diamati adalah: jumlah
neuron pada lapis tersembunyi, penggunaan bias,
dan penggunaan pembaharu bobot pada iterasi
sebelumnya untuk memperbaharui nilai bobot. Untuk
kasus yang diamati, terlalu sedikitnya jumlah
neuron pada lapisan tersembunyi akan membuat
jaringan propagasi balik susah untuk belajar.
Selain itu jaringan propagasi balik yang
menggunakan bias dan menggunakan permbaharu bobot
pada iterasi sebelumnya untuk memperbaharui nilai
bobot, lebih cepat belajar dibandingkan jaringan
yang tidak menggunakannya.
- Deddy
NetTOP: alat bantu pemodelan dan optimasi topologi wan (Wide Area Network)
Perancangan jaringan komputer dalam kategori
global antara lain harus memperhatikan aspek
perancangan topologi (topologycal design),
alokasi kapasitas jalur (line capacity
allocation), prosedur rute (routing procedures),
dan prosedur kendali aliran (flow control
procedures). Rancangan topologi dibuat untuk
menghubungkan semua simpul pada jaringan
komputer, alokasi kapasitas jalur yang tepat
dilakukan agar mampu menampung lalu lintas aliran
data. Prosedur rute dan kendali aliran yang
sesuai digunakan untuk mengakomodasikan beban
jaringan adalah perancangan topologi dan alokasi
kapasitas jalur. Beberapa algoritma digunakan
untuk mencari topologi dan alokasi kapasitas
jalur. Algoritma star, algoritma Esau-Williams,
dan algoritma Chandy-Russel digunakan sebagai
algoritma utama. Agar hasil yang diperoleh dapat
digunakan pada keadaan yang sebenarnya,
algoritma-algoritma tersebut disesuaikan dengan
fakta yang ada dilapangan. Penyesuaian dilakukan
antara lain dengan penggunaan teknik heuristik.
Tugas akhir ini pada akhirnya menghasilkan
arsitektur alat bantu untuk perancangan topologi
dan alokasi kapasitas jalur. Arsitektur alat
bantu untuk perancangan topologi dan alokasi
kapasitas jalur. Arsitektur tersebut kemudian
dikembangkan menjadi perangkat lunak
NetTOP(Network Topology Optimizer). Meskipun
NetTOP masih sangat sederhana, tetapi sudah dapat
digunakan untuk melakukan perancangan, khususnya
untuk jaringan komputer hubungan titik-jamak
(multipoint connection). Hasil survei lapangan
diterapkan pada NetTOp sehingga NetTOp menjadi
lebih sesuai dengan fakta(keadaan yang
sebenarnya) dilapangan.
- Yova Ruldeviyani
Alat bantu reusability kelas dan objek pada tahap analisis dan perancangan
Kebutuhan akan perangkat lunak selalu meningkat
dengan cepat. Banyak metode yang telah dilakukan
untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas
pengembangan perangkat lunak, diantranya
penerapan prinsip reusability. Prinsip tersebut
dapat diterapkan pada setiap tahapan dalam daur
hidup pengembangan perangkat lunak, terutama pada
tahap analisis dan perancangan yang merupakan
tahapan paling dominan. Berangkat dari hal
diatas, dikembangakan suatu alat bantu untuk
mendukung reusability pada OO-CASE tools. Alat
bantu tersebut mendukung reusability kelas dan
obyek yang merupkan hasil perumusan pada tahap
analisis dan perancangan perangkat lunak dengan
menggunakan metodologi berorientasi objek. Alat
bantu yang dikembangkan merupakan bagian dari
alat bantu penyunting diagram. Fasilitas dari
alat bantu reusability antara lain memasukkan
kelas dan objek yang baik untuk direuse ke dalam
pustaka, dan temu kembali kelas dan objek pada
saat diperlukan. Penempatan pada pustaka ditata
dalam skema yang telah ditentukan. Untuk temu
kembali dapat menggunakan pencarian dan
penelusuran, di mana tampilan pustaka menggunakan
hypertext. Diharapkan alat bantu reusability
dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas
pengembangan perangkat lunak.
- Wisnu Hadi Prawoto
Pemodelan pengetahuan siswa berbasiskan batasan-batasan pada materi persamaan linear dengan satu variabel
Model siswa secara singkat adalah informasi yang
sistem ketahui tentang siswa yang bersifat
individu dan mempunyai peranan yang penting dalam
suatu pengajaran berbantuan komputer (Computer
Aided Instruction), karena tanpa adanya model
siswa tidak mungkin suatu sistem pengajaran
berbantuan kompuer dapat beradaptasi dengan
kebutuhan siswa yang bersifat individual. Tugas
akhir ini mencoba untuk mengimplementasikan model
siswa dengan teknik berbasiskan batasan-batasan.
Teknik ini adalah suatu teknik yang baru dan
belum pernah diimplementasikan ke dalam suatu
Intelligence Tutoring System (ITS) atau yang
biasa disebut sebagai pengajaran berbantuan
komputer (CAI). Tugas akhir ini menjelaskan dasar
teori, materi domain dimana model siswa akan
diterapkan, juga menjelaskan bagaimana model
mendapatkan pengetahuan dari siswa dan dari
domain materi serta merepresentasikannya ke dalam
model. Hasil analisa dan pengamatan menunjukkan
bahwa mungkin teknik model siswa berbasiskan
batasan-batasan dapat diterapkan sebagai salah
satu alternatif dalam pembuatan model siswa
khususnya pengembangan suatu ITS tetapi dengan
pertimbangan-pertimbangan tertentu.
- Boyke Komara Putra
Simulasi perilaku industri manufaktur sederhana memakai metodologi berorientasi objek
Pada umumnya dunia industri manufaktur menghadapi
problema didalam menangani masalah job-order,
dimana industri diharuskan untuk menyelesaikan
pembuatan berbagai macam produk secara tepat
waktu. Masalah tersebut tidak dapat diatasi tanpa
adanya perencanaan yang baik. Rencana yang tepat
hanya dapat dilakukan dengan mencobakan pada
keadaan sesungguhnya, dan hal ini tidak mungkin
dilakukan. Untuk mengatasinya diperlukan
simulator yang dapat meniru (mimics) perilaku
industri manufaktur yang sesungguhnya. Di dalam
simulasi, industri manufaktur direpresentasikan
dengan sejumlah objek, yaitu objek pesanan,
proses produksi, sumber daya produksi, persediaan
barang, biaya, pemasok, dan pelanggan. Atribut
dari setiap objek merepresentasikan parameter
dari objek tersebut didunia nyata. Proses
produksi dalam industri terlihat riil dan
bersifat dinamis, karena kita dapat melihat
perubahan dari setiap parameter obyek yang
tersedia. Simulator yang dibangun telah
diujicobakan dengan beberapa kasus. Dari
pengujian tersebut terlihat bahwa ada proses
produksi yang tidak dapat dijalankan yang
disebabkan karena material pembentuk produk tidak
mencukupi.
- Dicky Suryadi
Pembuatan model aplikasi penghasil gambar animasi gerakan bibir dengan metode penganalan fonem berbasis jaringan SOM
Film animasi memiliki peranan yang berarti dari
segi hiburan, pendidikan, dan bisnis, Namun,
pembuatan film animasi membutuhkan usaha yang
besar. Salah satu proses pembuatan film animasi
yang dapat ditingkatkan efisiensinya oleh
perangkat lunak komputer adalah proses
penggabaran grakan bibir suara ucapan tokoh-tokoh
animasi. Untuk mendukung proses pembuatan film
animasi diatas, dikembangkan model perangkat
lunak yang menerima masukan berupa berkas
gelombang suara ucapan dan menghasilkan keluaran
berupa gambar animasi gerakan bibir yang sesuai
dengan suara ucapan tersebut. Pemetaan dari suara
ucapan ke gerakan bibir didasarkan pada metode
pengenalan fonem suara ucapan dengan jaringan
neural buatan Kohonen SOM. Uji coba model
memberikan tingkat keberhasilan yang cukup,
disertai catatan atas hal-hal yang masih dapat
disempurnakan atau dikembangkan lebih lanjut.
- Ivo Setyadi
Evaluasi kinerja aplikasi microsoft visual C++ dan visual basic dengan studi kasus pengaksesan fort serial
Penggunaan Microsoft Windows dewasa ini cenderung
diarahkan untuk melayani aplikasi-aplikasi
client-server. Kinerja aplikasi client-server
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang antara
alin adalah kinerja komunikasi dan intensitas
penggunaan sumber daya WIndows oleh aplikasi
tersebut. Faktor-faktor tersebut sangat
dipengaruhi oleh kompilator yang digunakan.
Penelitian ini dilakukan untuk memperlihatkan
sejauh mana perbedaan antara dua aplikasi Windows
yang dibangun untuk satu tujuan spesifik yang
sama, namun dengan kompilator yang berbeda.
Sebagai studi kasus, dibangun dua buah aplikasi
Windows untuk pengaksesan port serial (melalui
MSComm. VBX) dengan algoritme yang sama, namun
dipergunakan kompilator yang berbeda yaitu
Microsoft Visual C++ versi 1.5 dan Visual Basic
versi 3.0. Penelitian ini diharapkan dapat juga
digunakan sebagai bahan rujukan untuk pemrograman
port serial dengan microsoft Visual C++ atau
visual basic. Dari tiga besaran pengukuran
kinerja yang umum digunakan, yaitu responsifitas,
produktifitas, penelitian ini menunjukkan bahwa
program pengaksesan port serial yang dibangun
dengan Visual C++, lebih cepat dan lebih
produktif daripada yang dibangun dengan Visual
Basic, namun tidak ada perbedaan dalam hal
pemakaian sumberdaya Windows
- Aneka Sulita
Keamanan dan autentikasi pada telekonferensi X-Group
Komputer konferensi adalah salah satu bentuk dati otomasi perkantoran
yang memungkinkan para penggunanya, sebagai kelompok problem-solving,
untuk bertukar informasi yang berguna untuk memecahkan masalah-masalah
yang sedang dihadapi. Komputer konferensi memberikan keuntungan karena
tidak mewajibkan semua peserta konferensi/rapat untuk berada pada
tempat yang sama pada waktu yang bersamaan.
X-Group adalah perangkat lunak komputer konferensi. X-Group mempunyai
fasilitas-fasilitas seperti percakapan lobby, komunikasi group,
percakapan pribadi, pengiriman berkas, elektronik mail, dll. Saat ini
X-Group mendukung pertukaran data dalam bentuk teks. X-Group masih
akan dikembangkan hingga dapat mendukung pertukaran data video dan
audio.
X-Group, sebagai aplikasi yang berjalan dalam jaringan komputer,
membutuhkan keamanan dan autentikasi. Untuk mengatasi masalah keamanan
dan autentikasi X-Group, digunakan kriptografi dengan teknik RSA
(Rivest-Shamir-Adleman) dan DES (Data Encryption Standard).
Pustaka
[Mcle95] McLeod, Raymond, Jr. Management Information System. New
Jersey: Prentice-Hall, Inc., 1995.
[Dough94] Dougherty, D., Richard koman, and Paula Ferguson. The Mosaic
Handbook, for the X Windows System. Canada: O'Reilly &
Associates, Inc., 1994.
[Budi91] Budiardjo, Bagio. Komputer dan Masyarakat. Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo., 1991.
[Tanen89] Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. Amsterdam: Prentice-
Hall, Inc., 1995.
[STALL95] Stallings, W., et.al. Implementing Internet Security. Indiana
polis, USA: New Riders Publishing, 1995.
[Kauf95] Kaufman, C., Radia Perlman, and Mike Speciner. Network
Security: Private Communication in Public World. New Jresey:
Prentice-Hall, Inc., 1995.
[TANEN92] Tanenbaum, Andrew S. Modern Operating System. New Jersey:
Prentice-Hall, Inc., 1992.
[Ando96] Andoko, Andrey. Kriptografi: Solusi untuk Mengamankan Data.
Kompas, Rabu, 29 Mei 1996.
[Purn96] Purnomo, Benny. Manajemen Percakapan dan Multicasting pada
Telekonferensi X-Group. Depok, Juli 1996.
- Benny Purnomo
Manajemen percakapan dan multicasting pada telekonferensi Xgroup
Suatu pertemuan atau rapat dapat dilakukan tanpa
kehadiran secara fisik dari peserta-pesertanya
dengan adanya telekonferensi (teleconference).
Komputer konferensi (Computer conference) menjadi
alternatif yang menarik untuk melakukan
telekonterensi karena perkembangan jaringan
komputer yang memungkinkan cakupan yang luas.
Selain itu komputer konferensi tidak memerlukan
peralatan yang dikhususkan untuk telekonferensi.
Aplikasi Telekonferensi XGroup dibuat sebagai
salah satu aplikasi komputer konferensi yang
menyediakan fasilitas percakapan, dimana XGroup
menyelenggarakan percakapan berupa data teks
melalui jaringan internet. Fasilitas percakapan
yang ada dalam XGroup adalah percakapan kelompok
dan percakapan pribadi. Aplikasi XGroup dibuat
sebagai aplikasi klien-pelayan (client-server)
pada sistem operasi UNIX dan antarmuka X Window
pada progam klien.XGroup mengimplementasikan
teknik-teknik efisiensi pengiriman data dengan
memperhatikan fairness pada segi penerima,
terutama pada pengiriman data yang berukuran
besar. XGroup menyediakan keterbukaan untuk
penambahan modul keamanan(security) pada
pengiriman data.
- Muhammad Helmy Arrazy
Wahana Pemrograman Perangkat Lunak Aplikasi Berbasis Workflow
Dewasa ini, bentuk visual mendapat perhatian dan
memegang peranan di dalam pengembangan perangkat
lunak aplikasi. Bentuk visual merupakan unsur
tambahan selain teks, yang membantu dalam
menjabarkan data dan algoritma program dari
suatu sistem yang kompleks. Untuk
merepresentasikan bentuk visual tersebut,
diperlukan suatu wahana pemrograman secara visual
yang menyediakan fasilitas-fasilitas pemrograman
yang memadai dan didukung dengan teknik-teknik
interasksi secara visual. Yang akan dilakukan
dalam tuga akhir ini adlah menyediakan wahana
pemrograman untuk mendukung pengembangan
perangkat lunak aplikasi berbasis workflow.
Perangkat lunak aplikasi ini mencoba menjabarkan
pola gambar pada diagram workflow sebagai kontrol
yang dapat diolah dan dimanipulasi, yang melihat
keseluruhan alur proses dari suatu sistem dan
aktivitas yang sedang dilakukannya. Wahana
pemrograman yang dikembangkan dalam mendukung
perangkat lunak aplikasi tersebut adalah dengan
menggunakan dan menambah beberapa komponen dari
wahana pemrograman yang sudah ada. Komponen
tambahan yang dibuat adalah pustaka visual berupa
custom cotrol. Pustaka tersebut merupakan kontrol
yang mewakili dan menggambarkan proses-proses
yang terdapat di dalam diagram workflow. Dengan
demikian akan tercipta wahana pemrograman yang
menyediakan fasilitas-fasilitas pemrograman yang
mendukung pengembangan perangkat lunak aplikasi
berbasis workflow.
- Sugianto Noviari
Alat bantu penyunting diagram EER dan pemetaan otomatis diagram EER ke deklarasi OODMS tertentu
Konsep pemodelan ER (Enity Relationship dan
basisdata relasional yang sering dipakai sekarang
kurang memadai untuk aplikasi-aplikasi basisdata
bary yang lebih kompleks. Karena itu muncul
konsep pemodelan yaitu konsep pemodelan dengan
diagram Enhanced Entity Relationship atau singkat
EER. Object Oriented Database(Basisdata
berorientasi objek) atau disingkat OODB yang
muncul sejak tahun 80-an ditunjukkan untuk
memenuhi kebutuhan aplikasi-aplikasi basisdata
yang lebih kompleks tersebut. Konsep pemodelan
EER merupakan konsep baru, karena itu perangkat
lunak alat bantu untuk merancang diagram EER juga
masih jarang ditemui. Konsep OODB sendiri juga
merupakan konsep baru, sehingga orang belum
terbiasa memetakan diagram EER ke deklarasi suatu
OODBMS. Untuk itu maka dalam tugas akhir ini
dibuat alat bantu penyunting diagram EER dan
pemetaan otomatis diagram EER ke OODBMS tertentu.
Alat bantu ini berjalan dibawah sistem Windows.
OODBMS yang dipilih sebagai keluaran adalah
OODBMS ObjectStore. Alat bantu penyunting diagram
EER yang dibuat mampu membuat semua notasi-notasi
yang digunakan dalam diagram EER. Alat bantu
pemetaan diagram EER ke OODMS yang dibuat mampu
memetakan masukan berupa diagram EER ke dalam
OODMS ObjectStore, sesuai dengan algoritme
pemetaan yang digunakan.
- Iwan Mulyadi Kurniawan
Prototip sistem workflow berbasis penyampaian pesan
Sistem workflow membantu kelompok kerja suatu
organisasi dalam mengotomasi proses bisnis,
berdasarkan pada konsep rounting dokumen. Otomasi
tersebut dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang
timbul akibat dari penyampaian dokumen yang
dilakukan secara manual dari satu orang ke yang
lainnya. Cara manual tersebut melibatkan banyak
orang dan sangat bergantung pada dokumen kertas.
Karakteristik dari sistem workflow tersebut
adalah aktif dan terstruktur. Dalam penerapannya,
sistem ini memudahkan dalam mengetahui status
pekerjaan yang sedang diselesaikan. Sistem secara
aktif memonitor setiap proses routing dan
pemberitahuan pemakai bila proses tersebut
selesai satu langkah. Pada proses yang
terstruktur, penyelesaian sebuah pekerjaan
mengikuti urutan langkah-langkah yang telah
didefinisikan sebelumnya serta menggunakan format
dokumen elektronis yang spesifik dan baku.
Penelitian ini mengembangkan sistem worklow dalam
bentuk prototip yang diterapkan pada permasalahan
otorisasi dalam sistem akutansi. Implementasi
sistem menggunakan MAPI (Messaging Applications
Program Interface), untuk mengakses sistem
penyampaian pesan Ms Mail pada jaringan Windows
for Workgroup. Sistem penyampaian pesan tersebut
dimanfaatkan untuk routing dokumen secara
elektronis.
- Renata Magdalena
Pemrosesan teks: penyusunan tesaurus secara otomatis dalam dalam bahasa Indonesia dengan analisis kluster hubungan lengkap (complete link)
Jumlah dokumen yang semakin besar seiring dengan
perkembangan informasi di Indonesia dan
penggunaan istilah yang berbeda untuk konsep yang
sama akan mempersulit pencarian dokumen
berdasarkan istilah tertentu. Tesaurus diharapkan
dapat membantu mengatasi kesulitan tersebut
dengan memberikan sekelompok istilah sehingga
semakin banyak dokumen relevan yang dapat
ditemukan kembali. Penyusunan tesaurus perlu
dilakukan secara otomatis, karena hal ini akan
mempercepat proses pengelompokkan istilah,
terutama jika jumlah istilah tersebut besar.
Proses penyusunan tesaurus dalam penelitian ini
dimulai dengan mengambil sejumlah istilah yang
berasal dari beberapa dokumen. Proses berikutnya
adalah menyusun Matriks Istilah-Dokumen dengan
menghitung bobot istilah dalam setiap dokumen
masukan. Matriks tersebut digunakan untuk
menghitung kemiripan setiap pasangan istilah
berdasarkan perhitungan dalam model ruang vektor
(Vector Space Model), seperti Cosine atau
Jaccard. Nilai kemiripan tersebut disimpan dalam
matriks kemiripan (Similarity matrix) dan
kemudian digunakan untuk mengelompokkan
istilah-istilah secara hirarki dengan menggunakan
teknik Kluster hubungan lengkap (Complete Link
Cluster). Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran struktur hirarki istilah
dalam dokumen-dokumen masukan dan sejauh mana
metode yang digunakan dapat menyusun tesaurus
secara otomatis.
- Muhammad Fadlisyah
Alat bantu pembangkit dokumen hiperteks untuk dokumentasi analisis berorientasi obyek
Kegiatan pengembangan perangkat lunak membutuhkan
suatu alat bantu yang dapat menyediakan
dokumentasi dari sistem yang dikembangkan secara
cepat dan efisien. Informasi yang terkadang pada
dokumentasi harus terus diperbaharui agar sejalan
dengan kegiatan pengembangan. Bentuk dokumen
cetakan pada kertas kurang dapat memenuhi
kebutuhan ini, karena proses pembuatannya kurang
efisienInformasi yang terdapat dalam dokumen
harus mudah untuk diakses. Jumlah informasi yang
harus dikelola pada kegiatan pengembangan akan
semakin besar, sejalan dengan kegiatan itu
sendiri. semakin besar informasi akan dapat
berakibat semakin sulit informasi tersebut
diakses. Sistem hiperteks dapat memecahkan
permasalahan-permasalahan tersebut. Proses
pembuatan dokumen dalam media elektronik akan
jauh lebih cepat dari bentuk dokumen biasa.
Sistem hiperteks juga memberikan kemudahan dalam
pengaksesan informasi dalam jumlah besar.
Penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan
suatu alat bantu yang dapt menghasilkan
dokumen-dokumen hasil kegiatan analisis
berorientasi obyek dalam bentuk hiperteks. Alat
bantu yang dikembangkan adalah bagian dari
OO/CASE, atau wahana untuk pengembangan perangkat
lunak berorientasi obyek. Pengembangan alat bantu
pada penelitian ini dilakukan dengan menerapkan
metodologi berorientasi obyek
- Andre Heru Irianto
Alat Bantu Pengujian Kelas Berbasis Spesifikasi
Pemrograman berorientasi obyek tidak terlepad
sari kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi pada
pemrograman tradisional. PRogram berorientasi
obyek bahkan dapat berisi kesalahan yang tidak
terdapat pada program tradisional. Hal itu
disebabkan karena kemampuan baru bahasa
berorientasi obyek, seperti pewarisan dan
polimorfisme, selain menguntungkan juga dapat
menimbulkan kemungkinan kesalahan baru. Untuk
mencari kesalahan-kesalahan tersebut sebagian
dari teknik pengujian tradisional masih dapat
diterapkan, tetapi diperlukan strategi pengujian
yang baru, yang berbeda dengan pengujian
tradisional. Pada penulisan tugas akhir ini
dibahas mengenai pengujian kelas, unit terkecil
yang dapat diuji pada program berorientasi obyek.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode
pengujian berbasis-spesifikasi. Pada pengujian
berbasis-spesifikasi, perilaku (behavior) kelas
diuji be rdasarkan spesifikasi kelas tersebut,
tanpa menganalisa rincian kode sumbernya.
Perilaku kelas diuji, mengendalikan urutan
eksekusi layanan kelas, dan memeriksa perilaku
yang dihasilkan. Untuk membantu pengujian kelas
dibuat suatu alat bantu yang berfungsi untuk
memilih kasus uji, membuat pengendali uji, dan
membandingkan hasil pengujian. Alat bantu
melakukan pemilihan nilai kasus uji berdasarkan
informasi pada spesifikasi kelas (berupa berkas
teks yang ditulis dengan format tertentu.
Informasi tersebut diperoleh dengan menerapkan
teknik partisi ekivalen, analisis nilai batas,
dan graf sebab-akibat. Kasus uji berfungsi
sebagai nilai masukan untuk kelas yang diuji.
Pengendali uji dibuat berdasarkan informasi
mengenai urutan eksekusi layanan yang diperoleh.
- Rachmat Daradjat
Penggunaan jaringan komputer semakin populer dewasa ini. Banyak orang
yang semakin tertarik untuk memanfaatkan jaringan komputer baik untuk
pribadi atau bisnis, terutama dengan kehadiran jaringan Internet.
Tetapi, seiring dengan itu pula semakin banyak orang yang berniat
tidak baik untuk memanfaatkan kelemahan yang ada pada jaringan
komputer.
Tugas akhir ini melakukan studi terhadap keamanan jaringan komputer,
khususnya jaringan yang berbasis protokol TCP/IP. Studi ini terdiri
atas dua bagian besar, yakni evaluasi aplikasi jaringan Unix dan
penelusuran berbagai teknik yang dapat dipergunakan untuk pembatasan
akses pada suatu jaringan. Melalui evaluasi ini dapat diketahui
berbagai kelemahan yang bisa terjadi pada aplikasi jaringan. Evaluasi
aplikasi jaringan Unix mempergunakan prorgram Security Administrator
Tool for Auditing Networks (SATAN). Sedangkan untuk
membatasi akses antar jaringan, diperkenalkan konsep firewall.
Ada berbagai cara untuk menerapkan firewall pada suatu jaringan,
baik melalui sebuah peralatan khusus atau dengan menggunakan
perangkat lunak tertentu. Pada studi ini telah diuji coba sebuah
perangkat lunak untuk diterapkan sebagai firewall, yakni socks5.
Dari hasil evaluasi aplikasi jaringan Unix menunjukkan bahwa pada
jaringan Fasilkom, berbagai aplikasi yang mempunyai masalah ternyata
telah diperbaiki dengan mempergunakan versi yang terbaru. Dari uji
coba menunjukkan bahwa socks5 adalah sebuah solusi yang murah untuk
dapat diterapkan pada jaringan yang sederhana.
Pustaka
[ALB93] Albitz, Paul & Cricket Liu. DNS and BIND in a Nutshell.
Sebastopol, CA: O'Reilly & Associates, Inc., 1993.
[CHA95] Chapman, D. Brent & Elizabeth D. Zwicky. Building Internet
Firewalls. Sebastopol, CA: O'Reilly & Associates, Inc., 1995.
[COM88] Comer, Douglas E. Internetworking with TCP/IP: Principles,
Protocols, and Architecture. Englewood Cliffs: Prentice-Hall,
Inc., 1988.
[GAR93] Garfinkel, Simson & Gene Spafford. Practical Unix Security.
Sebastopol, CA: O'Reilly & Associates, Inc., 1993.
[HUN93] Hunt, Craig. TCP/IP Network Administration. Sebastopol, CA:
O'Reilly & Associates, Inc., 1993.
[MAR89] Martin, James & Kathleen Kavanagh Chapman. Local Area Networks:
Architectures and Implementations. Englewood Cliffs:
Pretice-Hall, Inc., 1989.
[STE90] Stevens, W. Richard. Unix Network Programming. Englewood Cliffs:
: Prentice-Hall, Inc., 1990.
[TAN88] Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. 2nd edition. Englewood
Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1988.
[TAN92] Tanenbaum, Andrew S. Modern Operating System. Englewood
Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1992.
- Rehulina Tarigan
Computer-Aided Information Strategy Planning atau alat bantu untuk
Perencanaan Strategi Informasi (PSI) merupakan alat bantu berbasiskan
komputer untuk melakukan perencanaan strategi informasi, sehingga
proses perencanaan dapat menjadi lebih mudah dilakukan. Perencanaan
informasi secara strategi adalah salah satu tahapan dalam information
engineering (rekayasa informasi) yang merencanakan dan menentukan
kebutuhan-kebutuhan informasi, teknologi yang cocok untuk perusahaan,
arsitektur serta cakupan kegiatan bisnis yang akan dilakukan.
Dalam skripsi ini penulis akan mencoba membuat alat bantu untuk PSI
yang bertujuan untuk membantu proses perencanaan informasi. Alat
bantu dapat di pakai untuk memetakan 2 entitas yang saling
berhubungan. Disamping itu alat bantu dapat digunakan sebagai alat
pemandu bagi pemakainya sehingga pemakai dapat mengerti
langkah-langkah PSI. Hal ini dimungkinkan karena alat bantu dilengkapi
dengan sistem Help Windows.
Dengan memakai alat bantu ini, diharapkan semua data dan informasi
yang di perlukan dapat diproses sesuai kebutuhan. Sehingga data dan
informasi tersebut dapat menjadi suatu kerangka yang kuat untuk
tahapan berikutnya dari metadologi rekayasa informasi.
Pustaka
[MART90] Martin, James. Information Engineering: Planning and
construction New Jersey: Prentice Hall. Inc, 1990.
[MART89a] Martin, James. Information Engineering: Introduction. New
Jersey: Prentice Hall Inc, 1989.
[MART89b] Martin, James and Leben, Joe. Strategic Information Planning
Methodologies. London: Prentice Hall Inc, 1989.
[MICR93] Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming
System for Windows 3.0: Programmer's 3.0: Programmer's Guide.
Perangkat Lunak dan Manual. USA: Microsoft Corporation, 1993.
[MICR93] Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming
System for Windows 3.0 : Language Reference. Perangkat Lunak
dan Manual. USA: Microsoft Corporation, 1993.
[MICR93] Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming
System for Windows 3.0: Profesional Features Book 1.
Perangkat Lunak dan Manual. USA: Microsoft Corporation, 1993.
[MICR93] Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming
System for Windows 3.0: Profesional Features Book2.
Perangkat Lunak dan Manual.USA: Microsoft Corporation, 1993.
[NORT93] Norton, Peter. Visual Basic For Windows 3th Ed. USA: Michael
Violano, 1993.
[SJART95] Sjartuni, Ananta. Pemrograman Windows Dengan Visual Basic 3.0.
Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 1995.
[ELMA89] Elmasri,Ramez and Navathe, Shamkant B. Fundamentals Of Database
systems 2nd Ed. Redwood City: The Banjamin/Cummings Publishing
Company, Inc., 1989.
- Desalina Sofianti
Sistem Informasi Eksekutif (SIE) sebagai salah satu bentuk sistem
informasi membutuhkan berbagai ragam informasi yang disaring dari
berbagai sumber. Informasi yang diambil dapat berupa informasi
terstruktur dari suatu basis data yang relational, informasi
resmi-terstruktur maupun yang tak terstruktur. Untuk memenuhi
kebutuhan pengambilan informasi tersebut, dibutuhkan suatu
fasilitas akses informasi dalam SIE yang dapat mengintegrasikan
berbagai sumber informasi, baik terstruktur, semi-terstruktur.
Fasilitas akses informasi, harus fleksibel dan cukup luwes dalam
mengantisipasi perubahan pemakai SIE.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas integrasi informasi
dari berbagai sumber dengan melakukan pemisahan fungsi. Tujuan
pemisahan fungsi adalah untukj meningkatkan keluwesan sistem dalam
pengambilan informasi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sistem.
Penelitian ini menggunakan salah satu komponen arsitektur SIPINTAS
(Sistem Informasi Pimpinan Universitas), yaitu MCSIR (MultiSources
Client-Server Information Retrieval) sebagai titik tolak
pengembangan. MCSIR dikembangkan di lingkungan pelayan HTTP.
Komponen-komponen MCSIR yang dikembangkan adalah komponen Presentasi
dan Komponen Gateway.
Pada akhir penelitian ini dihasilkan prototipe MCSIR yang dapat
membantu aplikasi SIE dalam melakukan fasilitas pengambilan informasi
dan integrasi informasi dari sumber terstruktur, tak terstruktur dan
semi-terstruktur. Prototipe ini diujicobakan pada salah satu aplikasi
SIPINTAS, yaitu aplikasi untuk pembimbing Akademik dan di evaluasi
terhadap aplikasi PA tanpa MCSIR dan produk-produk sejenis modul-modul
di MCSIR.
Pustaka
[ABD5a] Abdat, Sjarif dkk, "SIPINTAS: an Executives Information
System for the University of Indonesia" in: Proceeding the
Third International Conference on Decision Support System,
Hongkong 1995.
[ABD5b] Abdat, Sjarif, Johny Moningka, Santoso Wibowo dan Benny N,
"Integrasi SQL-Server dan Web-Server serta penerapannya pada
Sistem Informasi Eksekutif", KKN 1995.
[AHO86] Aho,A.V., Ravi Sethi and Jeffre D. Ullman, Compilers:
Principles, Techniques, and Tolls, Reading Massachusetts:
Addison Wesley Publishing Co., 1986.
[COM91] Comer, D.E., Internetworking With TCP/IP, 2nd ed., Englewood
Cliffs: Prentice Hall Inc., 1991.
[EUR96] European Southern Observatory (ESO), "WDB: a Web to Database
Interface", HTTP://archieve.eso.org/WDB/html/, 1996.
[HOP93] Hopcroff, John E. Introduction to Automata Theory Languages
and Computation, Reading Mass: Addisson-Wesley, 1989.
[JAS93] Jason, "GSQL: a Simple Mosaic Gateway to SQL Database",
HTTP://base.ncsa.uiuc.edu: 1234/gsqlsrc/SOFT/gsql_new.html,
1993.
[MCL93] Mc. Leod, Raymand, Management Information System, 5th ed, New
York: Macmillan Publishing Company, 1993
[STE90] Stevens, W.R., Unix Network Programming, Englewood Cliffs:
Prentice Hall inc., 1990.
[SYB96] Sybade, "Web.sql: Information and Spesification", HTTP://www.
sybase.com/products/internet/websql/, 1996.
[WAT92] Watson, Hugh J. et.al, "Executives Information System:
a Framework for Development and a Survey of Current Pratices"
in: EIS Emergence, Development, Impact, Toronto: John Willey
and Sons Inc, 1992.
[WIB95] Wibowo, Santoso, "Prototipe SIPINTAS dengan Dukungan Sumber
Informasi dari Beberapa Sumber", Skripsi Sarjana: Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1995.
|