[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 1998

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Teguh Rahardjo

    Prototipe Alat Bantu Pemilihan View pada Data Warehouse Berdasarkan Algoritma Greedy.

    Kebutuhan pengaksesan informasi dari aplikasi sistem penunjang keputusan biasanya melibatkan jumlah data yang besar. Basisdata pada sistem penunjang keputusan diimplementasikan dengan menggunakan data warehouse. Data Warehouse mengelola sumber daya informasi yang bersifat historis untuk keperluan analisis sehingga membutuhkan ruang data yang besar.

    Pada umumnya, pengaksesan informasi dari suatu aplikasi pada data ware house memerlukan waktu tunggu (respon time) yang besar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat pengaksesan informasi (optimasi queri), diantaranya adalah pemilihan teknologi sistem manajemen basisdata yang dipergunakan dan perancangan basisdata itu sendiri, seperti melakukan proses denormalisasi, melakukan prose agregasi serta pembuatan view. Pada tugas akhir ini yang akan dibahas adalah optimasi query melalui pembuatan view.

    Proeses pembuatan view pada data warehouse memiliki beberapa masalah. Untuk mencapai unjuk kerja yang maksimal, maka semua vieww dibentuk secara fisik, akan tetapi jika data terlalu besar hal tersebut akan memboroskan sumber daya penyimpanan (storage). Jika tidak ada view yang dibentuk secara fisik menjadi real table, maka pengaksesan query menjadi lambat untuk jumlah data yang besar. Cara yang paling efektif adalah dengan memilih sebagian dari view-view yang akan dibentuk secara fisik dengan pertimbangan tertentu sehingga hal ini akan mengoptimalkan pemakaian sumber daya penyimpangan dan mempercepat waktu akses query.

    Tugas akhir ini akan membahas masalah pemilihan view dan pengimplemen- tasian prototipe alat bantu pemilihan view yang akan dibentuk secara fisik pada data warehouse. Untuk pemilihan view, metode yang akan dipergunakan adalah algoritma greedy, karena mampu memberikan solusi optimal pada masalah ini.

    Pustaka

       [ARY97]	Sam Anahory, Dennis Murray, Data Warehousing in the Real
    		World, Addison Wesley, 1997.
    
       [GPA95]	H. Gupta, V. Harinarayan, A. Rajaraman, Index Selection
    		for OLAP, 1995.
    
       [INM96]	W.H. Inmon, Building the Data Warehouse, John Wiley & Sons,
    		Inc. 1996.
    
       [KIM96]	Ralph Kimball, W.H. Inmon, The Data Warehouse Toolkit,
    		John Wiley & Sons, Inc, 1996.
    
       [NRY95]	V. Harinarayan, A. Rajaraman, J.D. Ullman, Implementing
    		Data Cubes Efficiently, 1995.
    
       [STD95]	Stanford Technology Group, Inc. Designing the Data 
    		WWarehouse On Relational Database, White paper, 1995.
    
  2. Renatha B. Dharma

    Pemampatan Kamus Kata Pengubahan Struktur Data Digital Tree Menjadi Directed Acyclic Word - Graph.

    Agar memiliki kinerja yang baik, pemeriksa ejaan elektronis memerlukan kamus kata dengan kinerja yang baik pula. Kamus kata yang telah dikembangkan sebelum penelitian ini menggunakan model trie dan memiliki kinerja yang cukup baik. Meskipun demikian model tersebut memiliki kelemahan dan dapat dikembangkan lebih lanjut.

    Tugas akhir ini meneliti kemungkinan penggunaan model Directed Acylic World-Graph (DAWG) sebagai model kamus kata pengganti trie. Penelitian difokuskan pada analisis kinerja kedua dan isu-isu pengimplementasian dalam pembuatan kamus model DAWG.

    Hasil uji coba dapat menunjukkan kelebihan DAWG. Dengan menggunakan struktur data untuk elemen kamus dan algoritme pencarian kata yang sama dengan trie, dipastikan kinerja pencarian kata pada DAWG sama dengan Trie, yang dalam penelitian sebelumnya terbukti baik. Kelemahan pada trie, yaitu besar ruang penyimpanan yang diperlukan, juga dapat diatasi dengan model DAWG, yang memiliki tingkat pemampatan tinggi. Ukuran berkas kamus dalam bentuk DAWG hanya 50% dari berkas kamus Trie dan 80% dari berkas masukan, yaitu daftar kata dalam representasi ASCII-nya. Dapat disimpulkan DAWG merupakan model yang tepat untuk menggantikan trie sebagai kamus kata untuk pemeriksa ejaan.

    Pustaka

       [AHU86]	Aho, Alfred V., Ravi Sethi, Jeffrey D. Ullman, Compilers:
    		Principles, Techniques, and Tools, Addison-Wesley
    		Publishing Company, 1986
    
       [AHU92]	Aho, Alfred V., Ravi Sethi, Jeffrey D. Ullman, Foundations
    		of Computer Science, CS Press, 1992
    
       [APP88]	Appel, Andrew W. and Guy J. Jacobson, "The World's Fastest
    		Scrabble Program", Communications of the ACM, Vol 31.
    		No.5, Mei 1998, hlm.572-585
    
       [ARI97]	Ariesusetyo, Wibiksono, Implementasi Algoritme Pelacakan
    		String dengan Tolenransi Kesalahan pada Modul Pengoreksi
    		Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjan: Fasilkom UI, 1997
    
       [HOR97]	Horasi, Ambara Febri, Rancangan Kamus Kata untuk Pemeriksa
    		Ejaan Elektronis, Skripsi Sarjana: Fasilkom UI, 1997
    
       [LEW91]	Lewis, Harry R. and Larry Danenberg, Data Structure and
    		Their Algorithms, Harper Collins Publisher, 1991
    
       [SIB97]	Sibarani, H. M. Alvon. Alternatif Peningkatan Kemampuan
    		Pemeriksa Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana:
    		Fasilkom UI, 1997
    
  3. I Made Artana

    Pengoreksian Ejaan Bahasa Indonesia untuk Kata Turunan Dengan Kesalahan pada Afiks.

    Sebuah aplikasi pemeriksa ejaan yang baik tidak hanya mampu untuk menentukan salah atau benarnya pengejaan suatu kata, akan tetapi juga harus mampu memberikan kata-kata usulan untuk kata-kata yang salah eja. Kesalahan ejaan untuk kata Bahasa Indonesia bisa terjadi pada bagian kata dasar dan biasa juga pada bagian afiksnya.

    Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah modul pengoreksi ejaan untuk kata- kata yang salah pada bagian afiksnya. Inti permasalahannya adalah bagaimana menemukan kata dasar dari kata yang salah pada afiksnya, sehingga afiksnya yang salah eja bisa dipisahkan dari kata dasarnya.

    Untuk menemukan kata dasar dari kata yang salah pada afiksnya ini akan digunakan dua cara. Pertama dengan menggunakan pemadanan pola Konsonan Vokal. Kedua dengan cara melakukan pemenggalan berdasarkan suku kata.

    Dari hasil uji coba disimpulkan bahwa pengoreksi kata dengan pencarian kata dasar dengan cara pemadanan pola Konsonan-Vokal mempunyai kinerja lebih baik, baik dilihat dari jumlah kata yang bisa dikoreksi maupun dari segi waktu eksekusi.

    Pustaka

       [ALV97]	Alvon Sibarani, H.M., Alternatif Peningkatan Kemampuan
    		Pemeriksaan Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana Ilmu
    		Komputer, 1997
    
       [ARI97]	Ariesusetyo, Wibiksono, Implementasi Algoritma Pelacakan
    		String dengan Toleransi Kesalahan pada Modul Pengoreksi
    		Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana Ilmu Komputer, 1997
    
       [BAE92]	Baeza-Yates, Richardo and Gaston H. Gonnet, A New Approach
    		to Text Searching, Communication of the ACM, Vol 35,
    		No.10, Oktober 1992
    
       [FRA92]	Frakes, W.B., Stemming Algorithms, In W. B. Frakes, R.
    		Baeza-Yates (Ed.). Information Retrival: Data Structure
    		and Algorithms (pp. 133-160), Prentice Hall, New Jersey,
    		1992
    
       [HOR97]	Horasi, Ambara F., Rancangan Kamus Kata Untuk Pemeriksaan
    		Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana Ilmu Komputer, 1997
    
       [KER84]	Keraf, Gorys, Tata Bahasa Indonesia, Nusa Indah, Flores,
    		1984
    
       [LAU95]	Lauder, Multamis RMT., Komputerisasi Pemenggalan Kata dalam 
    		Bahasa Indonesia, 1995
    
       [PET80]	Peterson, James L., Computer Programs for Detecting and
    		Correcting Spelling Errors, Communication of the ACM
    		Vol.23 No.12, Desember 1980
    
       [SPA97]	Sofware Publishing Association, The Software Publishing
    		Association's 1997 Consumer Survey, http://www5.zdenet.com/
    		cshopper/content/9708/cshp0075.html, 1997
    
       [WUS92]	Wu, Sun, Manber, Udi., Fast Text Searching Allowing Errors,
    		Communication of the ACM, Vol 35, No.10, Oktober 1992
    
  4. Octovianus Andriato

    Lingkungan Verifikasi Formal untuk Program Sekuensial Dalam Interactive Theorem Prover Hol.

    Metoda formal merupakan metoda untuk mendeskripsikan sebuah sistem seca- ra akurat dan tidak ambigu, dan didasarkan pada matematika.

    Dalam pemrograman, metoda formal dimanfaatkan untuk merepresentasikan spesifikasi dari sebuah program secara akurat. Metoda formal dalam pemrograman didasari oleh teori yangg disebut programming logic yangg memungkinkan pengembangan program dari spesifikasinya secara bertahap mendekati bentuk implementasi, dan juga verifikasi atau pemeriksaan kebenaran program. Programming logic digunakan untuk mendekomposisikan program menjadi bagian-bagian kecil yang dapat di buktikan secara trivial.

    Interactive theorem prover (ITP) merupakan teknologi yang menunjang penggunaan metoda formal. Dalam ITP, komputer digunakan untuk melakukan pembuktian secara interaktif. Salah satu contoh ITP mutakhir adalah Higher Order Logic (HOL). Banyak kelas sistem atau spesifikasi yang terepresentasikan dengan kalkulus predikat, dapat direpresentasikan dan diverifikasi dalam HOL. HOL mendukung forward dan backward proving. Dasar logika dari HOL dapat diperluas dengan berbagai teori.

    Dalam tugas akhir ini dikembangkan lingkungan untuk bereksperimen dengan programming logic dalam HOL. Programming logic yang mendeskripsi kan suatu bahasa sekuensial diimplementasikan fungsi-fungsi merepresen- tasikan program dalam HOL. Selain itu diimplementasikan fungsi-fungsi untuk mendekomposisikan program, sehingga pengguna dapat memanfaatkan fasilitas backward proving HOL untuk melakukan proses verifikasi program secara interaktif.

    Pustaka

       [Age91]	Agerholm, Sten. "Mechanizing Prograam Verification in
    		HOL". In : Proceedings of the 1991 International
    		Workshop on the HOL Theorem Proving Sistem and Its 
    		Application. Los Alamitos, California: IEEE Computer
    		Society Press, 1991.
    
       [Cum95]	Cumming, Andrew. A Gentle Introduction to ML. Web page:
    		http://www.dcs.napier.ac.uk/course-notes/sml/manual.html.
    		Edinburgh, UK:Computer Studies, Napier University, 1995.
    
       [Gor98]	Gordon, Mike. Prog_logic88. Software Library. 1989.
    
       [Gri81]	Gries, David. The Science of Programming. New York:
    		Springer-Verlag, 1981.
    
       [GS93]	Gries, David & Fred B. Schneider. A Logical Aproach to
    		Discrete Math. New York: Springer-Verlag, 1993.
    
       [HoM94]	Homeier, Peter V. and David F. Martin. "Trustworthy Tools
    		for Trustworthy Programs: A Verified Verification Conditi-
    		on Generator". In: Higher Order Logic Theorem Proving
    		and Its Application: International Workshop, Valletta, 
    		Malta, September 1994 Proceedings. Berlin: Springe-
    		Verlag, 1994.
    
       [HVG91a]	HVG Cambridge. The HOL System: Description. 2nd ed.  
    		Cambridge, UK Cambridge Research Centre of SRI Internatio-
    		nal, 1991.
    
       [HVG91b]	HVG Cambridge. The HOL System: Reference. 2nd ed. 
    		Cambridge, UK: Cambridge Research Centre of SRI 
    		International, 1991.
    
       [Kal90]	Kaldewij, Anne. Programmingg: The Derivation of Algorithms.
    		Hertfordshire, UK: Prentice Hall International, 1990.
    
       [Mel96]	Melham, Tom. Using HOL: A Primer. WWeb page: http://www.
    		dcs.glasgow.ac.uk/~tfm/holcourse.html. Laboratory of
    		Applied Logic, Brigham Young University, 1996.
    
       [Pra95]	Prasetya, Wishnu. Mechanically Supported Design of Self-
    		Stabilizing Algorithms. Utrecht, The Netherlands: 
    		Universiteit Utrecht, Faculteit Wiskunde en Informatics,   
    		1995.
    
       [Sli]	Slind, Kontrad. HOL 90 User Manual. Software Manual.
    

  5. Ipon Supriyono

    Pengguna sistem penentu lebar ucapan, penyaring sinyal, dan proses filter Bank pada pra pengolahan sistem pengenal kata jaringan neural buatan.

    Telah di ujicoba dan diimplementasikan sebuah Sistem Penentu Lebar Ucapan, Penyaring digital, dan Proses Filter Bank untuk proses pra pengolahan sinyal suara pada Sistem Pengenal Kata Jaringan Neural Buatan dengan arsitektur MLP (Multi Layer Perceptron) menggunakan metode pembelajaran propagasi balik. Sistem ini disimulasikan sebagai bagian pendukunga Sistem Kontrol Robotik. Kosa kata yang dipelajari adalah kata-kata yang berhubungan dengan kontrol gerakan robot. Sistem Pengenal kata ini memakai sinyal suara sebagai inputnya, kemudian didigitasi menjadi sekuen gelombang suara diskrit. Proses pra pengolahan sinyal pada Siatem pengenal Kata ini melakukan penentuan awal dan akhir ucapan, penyaringan sinyal, dan transformasi sinyal suara dalam bentuk power spektrum untuk melihat kandungan frekuensinya. Hasil tranformasi tersebut kemudian dikuatitasi untuk menghasilkan lebar data yang cocok dengan input arsitektur jaringan neural buatannya. Percobaan yang dilakukan pada prosesor Sun-Sparc SUNW, Ultra-1 dengan sistem operasi SunOS 5.5.1 menujukan kemampuan pengenalan terhadap data sura yang telah dipelajari sebesar 100

  6. Tyas Mayasari Palupi

    Pengembangan jaringan syaraf tiruan berdasarkan transformasi karhunen-loeve untuk pengenalan citra tumor kulit

    Kanker merupakan penyakit yang sulit disembuhkan. Kanker bukan saja bersifat mamatikan, tapi sifat kemunculan dan akibat yang ditimulkanya sangat cepat dan membahayakan. Para ahli yakin bahwa diagnosa pada stadiumawal kanker merupakan cara penyembuhan yang paling menjanjikan. Seiring dengan perkembangan pengetahuan di bidanga pengolahan citra, maka ekstrasi ciri dapat dilakukan terhadap citra tumor kulit. Hasil ekstrasi tersebut yang kemudian digunakan untuk melakukan pendektesian terhadap tumor kulit pada tahap lebih awal. Melalui ciri-ciri tumor yang telah diekstrasi, diperoleh ciri-ciri yang diperlukan. Ciri-ciri yang dihasilkan tersebut dimasukan dan digunakan untuk melatih Jaringan Syaraf Tiruan. Pelatihan terhadap Jaringan Syaraf Tiruan dilakukan dengan menggunakan algoritma pelatihan berdasarkan transformasi Karhunen-Loeve. Jaringan Syaraf Tiruan yang telah dilatih tersebut diharapkan mampu membedakan apkah citra tumor yang diberikan sebagai masukan Maligna Melanoma (kanker kulit ganas) atau bukan.

  7. Istofani Api Diany

    Java API untuk Smart Card ME2000 yang Memenuhi Standard ISO 7816

    Java API untuk smartcard ME2000 dikembangkan untuk memberi kemudahan bagi pembuat aplikasi smartcard berbasis Java yang mengunakan smart card ME2000. Java API ini merupakan sekumpulan library atau fungsi- fungsi yang dapat diintergrasikan dengan API Java lainnya.

    API mengunakan native method, yaitu method di Java yang implementasinya ditulis dalam dalam bahasa Pemrograman lainnya, seperti C dan C++. Native Method memanggil library dasar ini untuk berkomunikasi dengan smartcard reader. Library dasar yang menggunakan bahasa C++ yang disediakan oleh ASEDrive, samrcard reader yang dijadikan basis untuk tugas akhir ini dan mengambil kode intruksi yang diadopsi dariME2000 sebagai parameternya.

    API ini merupakan package Java (sekumpulan class file) yang memberikan fungsionalitas pemrograman untuk smarcard. Mekanisme pencarian data link library serta mekanisme security akan disimulasikan untuk meningkat kankehandalan dari API. Pemrograman akan diberikan kemudahan dalam penggunaan method-method dengan memberikan nama yang deskriptif untuk method-method tersebut.

    Pustaka

       - Schineier, Bruce, Applied Cryptography: Protocol, Algorithms and Source
         Code in C, 2nd edition, John Wiley and Sons, Inc, 1997.
    
       - Morrison, Michael, Java 1.1 Unleashed, 3rd edition, Sama.net Publishing,
         1997.
    
       - Horstman, Cay S., and Cornell, Gary, Core Java: Volume 1 - Findamentals,
         Sun Microsystems Press, 1997.
    
       - Flanagan, David, Java In A Nutshell: A Desktop Quick Reference, 
         O'REILLY, 1997.
    
       - Blevins, Brian, Introduction to The Capabilities Class, Netscape, 1997.
    
       - Netscape, Netscape Certificate Server Manual, Netscape, 1997.
    
  8. KGYID Pariantoro

    Perancangan protokol lelang anonim menggunakan protokol kriptografis untuk medium elektronis/internet

    Auction has been used extensively since the roman empire, and still continues today. Currently, auction is used to sell almost anything, from one-of-the-kind items, such as conducted in auction house like Christie's and Sotheby's and even to the offering of United States 91-days and 182-days Treasury bills [SegBea97] and interest rate of sertifikat Bank Indonesia (SBI). As a way to conduct commerce, auction has a mechanism to sell item(s) to some of the highest bidders through a price negotiation. Price at transaction time was set as a bargain among a grop of bidders of the respective item(s). There are some problems with conventional way of doing auction, if implemented in electronic media. For example, the risk at bidder credibility verification; wich is relatively too big a risk to handle for bidders. This is becauuuse the conventional way uses physical and face-to-face means to verify each other identity and credibility, for example by physically presenting legal papers. This kind of verification is simply not possible in electronic media. Additionally, there are personal information involved (such as credit card number or account number at certain banks) which can be misused by a malicious auction house or by other parties that can get the information, due to the nature of electronic media. Besides the whole process of auction would be a bit more fair, if done anonymously. The statement above was based on the following assumption, that parties find difficlt to collute and other cheating strategy, such as a collution between bidder with auction house and/or item(s) owner to compromise price; if they were stranger to...

  9. Alwen Fernanto

    Integgrasi Simbolik dengan Algoritma RISCH REKURSIF

    Algoritma Risch merupakan suatu decision procedure untuk menentukan apakah integral tak tentu suatu fungsi elementer f mempunyai solusi elementer. Bila integral tersebut adalah fungsi elementer, algoritma Risch dapat digunakan untuk mencarinya. Dalam tugas akhir ini, medan fungsi integrand dibatasi pada fungsi-fungsi elementer transedental, yaitu fungsi-fungsi yang mengandung perluasan logaritmik dan eksponensial terhadap medan fungsi rasional.

    Secara garis besar ada dua kasus utama dalaam integrasi fungsi elementer transedental, yaitu kasus fungsi integrand f mengandung perluasan logaritmik dan kasus f mengandung perluasan eksponensial. Untuk masing-masing kasus, fungsi f akan ditransformasikan ke suatu struktur yang terdiri dari perluasan logaritmik terhadap medan fungsi asal. Proses transformasinya sendiri menggunakan metode reduksi Hermite dan metode Rothstein. Khusus untuk kaasus perluasan eksponensial, proses integrasinya akan menghasilkan suatu persamaan differensial Risch. Solusi untuk persamaan differensial yang digunakan dalam tugas akhir mengacu pada solusi serupa yang diusulkan oleh Davenport.

    Algorimta Risch terbangun atas serangkaian teorema matematika yang abstrak. Tugas akhir ini menunjukkan, melalui langkah-langkah pembuktian ayng konstruktif, bagaimana teorema-teorema tersebut dapat diuraikan menjadi langkah-langkah komputasi yang jelas.

    Keseluruhan algoritma Risch untuk medan fungsi elementer transedental ini diimplementasikan dalam sistem komputasi aljabar Maple V. Hasil uji coba implementasi algoritma Risch pada PC dengan prosesor Pentium 166 MHz (RAM32 MB) dan sistem operasi Windows 95 untuk berbagai fungsi integrand yang cukup representatif menunjukkan kinerja yang cukup baik, dengan rata-rata waktu eksekusi 0.25 detik per fungsi.

    Pustaka

        - Bronstein, M. "Integration and Differential Equations in Computer
          Algebra". Institute for Scientific Computation, Zurich, 1992.
    
        - Buchberger, B., G.E. Collins, R. Loos. Computer Algebra Symbolic and
          Algebraic Computation. Springer-Verlag, 1993.
    
        - Cherry, G.W. "Integration in Finite Terms with Special Functions: 
          The Logarithmic Integral". SIAM Journal on Computing, Vol.15 (1),
          February 1986, 1-21.
    
        - Davenport, J.H. "The Risch Differential Equation Problem". SIAM
          Journal on Computing, Vol.15 (4), November 1986, 903-918.
    
        - Geddes, K.O. et al. Algorithms for Computer Algebra. Kluwer Academic
          Publisher, 1992.
    
        - Geddes, K.O. and L. Yohanes Stefanus "On the Risch-Norman Integration
          Method and Its Implementation in MAPLE". Proceedings of the ACM-
          SIGSAM 1989 ISSAC'89, July 1989, 212-217.
    
        - Geddes, K.O. et al Maple V  Language Reference Manual. Springer-
          Verlag, 1991.
    
        - Geddes, K.O. et al. Maple V Library Reference Manual. Springer-
          Verlag, 1991.
    
        - Kaltofen, Erich. "Polynomial Factorization 1987-1991". Proceeding 
          EUROSAM'84, Springer Lecture Notes in Computer Science, Vol.174,
          1992, 359-366.
    
        - Kaltofen, Erich."Polynomial Factorization 1987-1991". Proceeding
          Latin'92, Springer Lecture Notes in Computer Science, vol. 583, 1992
          294-313.
    
        - Kaltofen, Erich."A Note on the Risch Differential Equation". 
          Proceeding EUROSAM'84, Springer Lecture Notes in Computer Science,
          vol.174, 1992, 359-366.
    
        - Lang, Serge. Algebra. Addison-Wesley Publishing Company, Inc., 1965.
    
        - Lang, Serge. Algebraic Structures. Addison-Wwesley Publishing 
          Company, Inc., 1967.
    
        - Lipson, John D. Elements of Algebra and Algebraic Computing. The
          Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc., 1981.
    
        - Rochman, Abdul. Integrasi Simbolik dengan Metode Risch-Norman dan
          Implementansinya dalam Mapple. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
          Indonesia, 1998.
    
        - Singer, M. F., B. D. Saunders, and B. F. Caviness. "An Extension of
          Liouville's Theorem on Integration in Finite Terms." SIAM Journal
          on Computing, Vol. 14 (4), November 1985, 966-990.
    
  10. Fivtanto Harry

    Sistem Pengenaan Tarif Pemakaian Perangkat Lunak pada Mekanisme Software Metering.

    Perkembangan sistem jaringan telah mengubah pola distribusi dan peli- sensian penggunaan perangkat lunak. Dalam lingkungan seperti ini di perlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan perangkat lunak oleh pengguna. Pengawasan ini penting untuk menghindari terjadinya penggunaan suatu perangkat lunak secara ilegal. Dari kebutuhan ini lahirlah mekanisme software metering sebagai suatu mekanisme pengawwasan batas lisensi atas penggunaan perangkat lunak.

    Dalam perkembangan selanjutnya mekanisme ini dapat dikembangkan menjadi suatu mekanisme yang tidak hanya digunakan untuk melakukan pengawasan batas lisensi, tetapi lebih jauh lagi digunakan sebagai mekanisme pengenaan tarif atau billing system. Kondisi ekuilibrium yang ingin dicapai dari mekanisme ini adalah ketika para pengguna perangkat lunak dapat menggunakan perangkat lunak sesuai kebutuhannya secara on demand dan membayar sesuai pula dengan manfaat ekonomis yang diperoleh nya, sementara itu para vendor ataupun pengembang perangkat lunak dapat mengawasi dan melacak penggunaan perangkat lunaknya serta menetapkan tarif tertentu untuk penggunaan setiap bagian dari perangkat lunaknya. Sesuai dengan kebutuhan pengguna yang belum tentu menggunakan keseluruhan komponen pada suatu perangkat lunak maka mekanisme pengawasan dan pengenaan tarif ini dapat dikenakan pada tingkat komponen perangkat lunak.

    Dengan berkembangnya Internet maka konsep ini dibawa ke tingkat yang lebih tinggi yaitu jaringan global, dengan menggabungkannya dengan pola distribusi perangkat lunak maka mekanisme pengenaan tarif menjadi suatu mekanisme yang dapat digunakan sebagai mekanisme penentuan harga suatu perangkat lunak. Dengan menggunakan pola Gatekeeper-Request-Response sebagai pola distribusi maka terdapat sejumlah hal menarik yang harus mendapatkan perhatian dalam penerapan mekanisme ini.

    Tugas akhir ini bermaksud untuk melakukan pembahasan mengenai masalah- masalah tersebut dan juga mencoba memberikan suatu pemecahan yang dapat digunakan dalam menentukan metode yang diterapkan pada mekanisme pengenaan tarif. Dengan menggunakan mekanisme ini diharapkan permasalahan yang timbul menyangkut fairness dan juga fleksibilitas sistem dapat mendapatkan pemecahan yang cukup berarti. Metode yang diusulkan akan diujicobakan pada wahana pemrograman berbasis Java.

    Pustaka

        [ES194]	Express Systems, Inc., Guide to Software Management,
    		Express System Inc., Seattle, 1994.
    
        [Fle96a]	Fleatcher, Mark, Software Metering Hompage, http://www.ex.
    		ac.uk/ECU/metering, 1996.
    
        [Fle96b]	Fletcher, Markm Software Auditing Homepage, http://www.ex.
    		ac.uk/ECU/auditing, 1996.
    
        [Fat97]	Fathony, Haemiwan Z., Mekanisme Software Metering Dengan
    		Objek Tersebar, Laporan Tugas Akhir - Fakultas Ilmu 
    		Komputer UI, 1997.
    
        [Gar95]	Garziano, Claudia, "Microsoft Clinched Licensing Hole",
    		LAN Times, 22 Mei 1995.
    
        [Gre+94]	Grefuras, Frederic & Sandy J. Wong, Software Licensing
    		Flexibility Complements The Digital Age, Fenwick & West
    		and Sandy J. Wong, Palo Alto, 1994.
    
        [Jon95]	Jones, Capers, What Goes In An Information Warehouse?,
    		Software Productivity Research Inc., http://www.spr.com,
    		1995
    
        [Les95]	Leslie, Reggie, "Comparison: Software Metering Tools",
    		LAN Times, 3 Juli 1995.
    
        [NCR95]	Northeast Consulting Resources, Inc, Digital Rights
    		Management Technologies, International Federation of
    		Reproduction Rights Organizations, Danvers, 1995.
    
        [WRQ98]	WRQ Inc., The Web-to-Host Technology Transition,
    		http://www.wrq.com/news/whitepap/0516, 1998.
    
  11. Wahyu Hanito

    Sistem Penyaringan Informasi Pribadi dengan Menggunakan Model Ruang Vektor & Umpan Balik Relevansi.

    Jumlah informasi ellektronis yang tersedia semakin meningkat jumlahnya. Penguna harus lebih selektif dalam memilih informasi yang mereka butuhkan. Guna mempermudah dalam memilih informasi, perlu kiranya dikembangkan suatu mekanisme penyaringan informasi untuk melengkapi mekanisme temu kembali informasi yang telah banyak dikembangkan. Seperti halnya temu-kembali informasi, penyaringan informasi bertindak sebagai mediator antara sumber informasi dengan pengguna dan memiliki tujuan sama yaitu menyajikan informasi yang sesuai dengan keinginan pengguna. Perbedaan diantara keduanya terletak pada masalah waktu penggunaan, representasi ketertarikan pengguna, dan sifat informasi. Sistem penyaringan informasi digunakan dalam jangka waktu yang panjang dengan ketertarikan pengguna relatif stabil. Ketertarikan pengguna disimpan dalam bentuk berkas yang disebut profil (profile). Koleksi dokumen berasal dari penyedia informasi yang selalu menyediakan dokumen baru setiap selang waktu tertentu.

    Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe sistem penyaringan informasi dengan memanfaatkan dua metode yang telah dikenal dalam bi- dang temu kembali informasi. Metode yang digunakan tersebut yaitu Model Ruang Vektor (Vector Space Model) dan Umpan-balik Relevansi (Relevance Feedback).

    Dari hasil pengamatan sistem, dapat diketahui bahwa bentuk profil pengguna yang terdiri dari istilah-istilah unik dengan bobotnya masing-masing dapat digunakan untuk merepresentasikan ketertarikan pengguna jangka panjang dan digunakan untuk melakukan pembandingan dengan representasi koleksii dokumen. Penggunaan sistem selama 5 kali siklus penyaringan menunjukkan hasil yang semakin baik. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan teknik pembelajaran yang lain untuk lebih mendukung sifat adaptif sistem.

    Pustaka

    
        [ANT95]	Anton, Howard, Elementary Linear Algebra, 7th ed., John
    		Willey & Sons Inc., 1994.
    
        [BAL94]	Balabanovic, Marko. An Adaptive Agent for Automated Web
    		Browsing, Dept. of Computer Science, Stanford University,
    		1994.
    
        [BEL92]	Belkin, Nicholas J. and Croft, W. Bruce. Information 
    		Filtering and Information Retrieval: Two Sides of The Same
    		Coin?, Communication of The ACM, Vol.35, No.12, December
    		1992.
    
        [FIT97]	Fitrianti, Masayu,. Sistem Temu-kembali Informasi dengan
    		Mengimplementasikan Operasi Boolean Sistem Peringkat,
    		Perbaikan Query, dan Pemanfaatan Tesaurus, Fakultas
    		Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1997.
    
        [FOL92]	Foltz, Peter W. and Dumais, Susan T. Personalized 
    		Information Delivery: An Analysis of Information Filtering
    		Methods, Communication of The ACM, Vol.35, No.12,
    		December 1992.
    
        [HAR92a]	Harman, Donna. Ranking Algorithms, Information Retrieval:
    		Data Structures and Algorithms, Ed. Frakes, W.B., dan
    		Baeza-Yates, R., Prentice Hall, 1992.
    
        [HAR92b]	Harman, Donna. Relevance Feedback and Other Query 
    		Modification Techniques, Information Retrieval: Data
    		Structures and Algorithms, Ed. Frakes, W.B., dan Baeza-
    		Yates, R., Pretice Hall, 1992.
    
        [LOE92]	Loeb, Suzanna. Architecting Personalized Delivery of
    		Multimedia Information, Communication of The ACM, Vol.35,
    		No.12, December 1992.
    
        [OAR96]	Oard, Douglas W. A Conceptual Framework for text Filtering,
    		Electrical Engineering Dept., University of Maryland,
    		College Park, 1996.
    
        [SAL71]	Salton, Gerald, ed. The SMART Retrieval System: Experiments
    		in Automatic Document Processing, Prentice-Hall Inc.,
    		Englewwood Cliffs, New Jersey, 1971.
      
    
        [SAL89]	Salton, Gerald. Automatic Text Processing: The Transformation,
    		Analysis, and Retrieval of Information by Computer, Addison
    		Wesley Publishing Co., 1989.
    
        [SAL90]	Salton, Gerald and Chris Buckley. Improving Retrieval 
    		Performance by Relevance Feedback, Journal of The American
    		Society for Information Retrieval 41, 1990.
    
        [SHE94]	Sheth, Beerud D. A Learning Approach to Personalized 
    		Information Filtering, Dept. of Electrical Engineering and
    		Computer Science, Massachusetts Institute of Technology,
    		1994.
    
        [WIE87]	Wiederhold, Gio. File Or
    
  12. Elvi Fatma

    Penggunaan transformasi fourier dan transformasi karhunen-loeve pada sistem pencocokan pola

    Pencocokan Pola (Patern Mathcing) merupakan suatu metode yang telah dikenal dan bergunauntuk mendeteksi suatu objek dalam citra. Metode ini mendeteksi kehadiran suatu objek dengan mencocokan citra yang hendak diketahui dengan sekumpulan citra lain yang menjadi acuan (template). Kelemahan metode ini adalah tingginya biaya komputasi untuk citra yang berukuran besar. Juga dikarenakan jumlah template yang dipergunakan akan semakin besar dengan semakin banyaknya kemungkinan sudut pandang, ukuran maupun bentuk kehadiran objek di dalm citra. Transformasi Karhunen-Loeve dan Transformasi Fourier telah dipergunakan secaraluas dalam pengolahan citra. Transformasi Karhunen-Loeve biasa dipergunakan untuk mereduksi dimensi data. Hasil dari Transformasi ini adalah himpunan variable yang minimal akan tetapi masih memberikan informasi yang maksimal. Sedangkan Transformasi Fourier telah banyak di pergunakan untuk aplikasi pencocokan pola. Tujuan tugas akhir ini adalah mengkaji dan mengimplementasikan penggunaan kedua transformasi tersebut pada sistem pencocokan pola. Transformasi Karhunen-Loeve dipergunakan untuk mendapatkan sub ruang vektor sebagai presentasi dari keseluruhan temlpete. Tranformasi Fourier digunakan untuk mempercepat komputasi untuk mencari nilai korelasi antara template dengan citra masukan. Dari hasil uji coba, dengan menggunakan 72 citra template dapat diketahui bahwa kombinasi Transformasi Fourier memberikan hasil yang cukup baik. Baik dari segi waktu pencarian maupun dari segi penentuan lokasi objek.

  13. Bitri Indriany

    Rancangan dan implementasi modul pengarahan strategi belajar untuk pemahaman bacaan

    Kemajuan teknologi memungkinkan siswa belajar secara mandiri tanpa mengganggu proses belajar siswa lainnya. Karena itu, seorang siswa harus memiliki kemampuan belajar mandidi agar tidak tertingal oleh siswa lain. Kemampuan belajar mandiri adalah suatu kemampuan yang membuat seseorang dapat mengarahkan proses belajarnya untuk mencapai tujuan tertentu secara sistematis. Sehubungan dengan hal tersebut, Suradijono(SUR97) sedang mengembangakan suatu Lingkungan Belajar Kolaboratif Cerdas untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa sekolah tingkat menengah di Indonesia. Dalam Lingkungan Belajar itu akan terdapat fasilitas-fasilitas penyajian materi ajar, pengalisis strategi belajar, pengarahan strategi belajar dan kolaboratif. Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk membangun salah satu fasilitas di atas, yaitu pengarahan ini diaktifkan berdasarkan hasil dari modul analisis strategi belajar. Dalam pengarahan, strategi belajar yang diajarkan adalah strategi belajar melalui penulisan isi berpikir verbal (think aloud) siswa. Dari isi berpikir verbal akan didapatkan strategi belajar siswa (hasil dari modul analisis strategi belajar) yang akan menentukan langkah pengarahan selanjutnya. Dalam pengarahan, siswa akan mengetahui hubungan antara tujuan belajar dan strategi-strategi pendukungnya, serta bagaimana cara menerapkan strategi-strategi belajar tersebut. Siswa akan diajarkan melalui pemberian pertanyaan mengenai strategi belajar serta contoh-contoh materi dan isi berpikir verbal yang benar. Setelah menyelesaikan proses pengarahan strategi belajar, siswa diharapkan dapat menerapkan langsung pada materi ajar, ...

  14. Abdul Rochman

    Integrasi simbolik dengan metode risch-norman dan implementasinya dalam maple

    Metode Integrasi Risch-Norman adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk mencari integral tak tentu dari suatu fungsi rasional, fungsi elementer transenden(eksponensial (exp), logaritma(in), trigonometri dalam bentuk tangen), maupun komposisi dari kedua fungsi tersebut. Metode Integrasi Risch-Norman berdasarkan Struktur Liouville dan menerapkan langkah-langkah manipulasi aljabar yang terstruktur dalam proses integrasinya. Dalam tugas akhir ini dikembangkan suatu perangkat lunak, dengan nama Aplikasi Integrator Risch Norman(AIRN), berbasis bahasa Maple, yang mengimplementasikan metode integrasi Risch-Norman. Perangkat lunak ini menjadi landasan uji coba untuk mengamati sifat-sifat integrasi tak tentu dengan metode tersebut. Uji coba yang dilakukan terhadap 43 fungsi dengan menggunakan AIRN pada mesin SUN SPARC station 370 (RAM 56 Mb) dalam sistem operasi UNIX menunjukkan bahwa metode integrasi Risch-Norman memang dapat digunakan untuk mencari integral tak tentu dari suatu fungsi rasional, fungsi elementer transenden, maupun komposisi dari kedua fungsi tersebut dengan kinerja yang cukup baik, yaitu waktu eksekusinya tidak lebih dari 20 detik, dan waktu eksekusi rata-rata 2.162 detik.

  15. Ratna Shofiati

    Arsitektur lingkungan belajar dengan aplikasi pemahaman bacaan non linear yang mendukung strategi belajar aktif

    Tugas akhir ini merupakan bagian dari penelitian 'Lingkungan Belajar Kolaboratif Cerdas'. Penelitian tersebut dilakukan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia bersama dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitian itu ditunjukkan untuk menghasilkan suatu lingkungan belajar yang sesuai dengan keadaan siswa-siswa SMP dan SMU di Indonesia. Lingkungan belajar tersebut dirancang agar siwa yang menggunakannya dapat belajar mandiri, aktif mencari, mengolah, dan menyimpan jenis pengetahuan yang diinginkannya, sebagai upaya untuk memperbaiki metode belajar pasif. Penelitian didasarkan pada strategi belajar yang digunakan siswa, dan difokuskan pada pemahaman bacaan. Penelitian tersebut dibagi menjadi beberapa modul. Modul yang dijadikan sebagai tugas akhir ini adalah modul Kerangka Sistem dan modul Penyajian Materi Ajar. Modul Kerangka sistem merupakan kerangka dasar sistem yang dibuat, sedangkan modul penyajian Materi Ajar merupakan implementasi penyajian materi (bahan bacaan) kepada siswa dengan bentuk non linear (hypertext). Kedua modul tersebut dirancang berdasarkan model atau sistem yang sudah ada, dan tugas akhir ini melakukan modifikasi, penambahan, ataupun pengurangan dari model tersebut.

  16. Manogari Simanjuntak

    Formalisasi dan verifikasi sistem pengendali lalu lintas

    Studi yang dilakukan adalah untuk meneliti dan membuat model format dari sebuah perempatan di Jakarta. Diharapkan berbagai spesifikasi dapat diformalissikan untuk perempatan seperti itu. Spesifikasi yang dihasilkan seharusnya cukup untuk menjelaskan sifat-sifat dari perempatan tersebut. Penggunaan Temporal Logic sangat dibutuhkan karena sifat waktu nyata dari masalah ini. Setelah perempatan tersebut dimodelkan secara formal, perlu dilakukan verifikasi. Proses verifikasi dilakukan dengan bantuan alat verifikasi, dalam kasus ini dipakai STeP (Stanford Temporal Prover)

  17. Andi Tri Nugraha

    Implementasi deskripsi wavelet pada sistem temu kembali citra

    Teks telah digunakan sebagai deskripsi untuk mewakili informasi citra. Deskripsi teks mempunyai keterbatasan tidak mampu menangkap informasi citra, tergantung dari kosakata yang digunakan, tergantung domain, dan proses deskripsi tidak dapat dilakukan secara otomatis. Transformasi wavelet digunakan secara luas dalam pengolahan citra. Sifat utama dari transformasi wavelet adalah aproksimasi dan kemampuannya mengetahui kandungan dan lokasi komponen frekuensi citra. Sifat ini dapat digunakan sebagai deskripsi citra pada sistem temu kembali citra. Pada tugas akhir ini diimplementasikan penggunaan representasi wavelet sebagai deskripsi pada sistem temu kembali citar. Deskripsi ini digunakan sebagai pengenal dan untuk mencari citra yang dinginkan dari sekumpulan citra. Hasil uji coba pada 901 citra dengan berbagai domain menggunakan prosesor P133 (RAM 24 M) dalam sistem operasi Windows95 menunjukkan bahwa deskripsi wavelet mampu mewakili informasi citra dan kueri dapat dilakukan dengan sketsa dari citra yang diharapkan Ukuran deskripsi sangat kecil, dari 16384 koefisien wavelet dapat digunakan 20 koefisien atau 0,12

  18. Rahmat Widyanto

    Perancangan dan implementasi komponen gerbang berbasis cobra pada fasilitas integrasi informasi untuk sistem informasi eksekutif

    Sistem informasi eksekutif sebagai salah satu bentuk sistem informasi membutuhkan berbagai ragam informasi dari berbagai sumber. Informasi yang dibutuhkan dapat berupa informasi struktur, informasi semi-terstruktur dan informasi tak terstruktur. Untuk memenuhi kebutuhan pengambilan informasi tersebut, diperlukan suatu fasilitas akses informasi ke berbagai sumber informasi yang dapat mengintegrasikan berbagai ragam informasi tersebut untuk kemudian diolah dan disajikan sesuai kebutuhan eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fasilitas akses informasi ke sumber informasi terstuktur dan sumber informasi semi-terstruktur untuk Sistem Informasi Eksekutif. Penelitian ini merupakan bagaian dari penelitian pengembangan fasilitas integrasi informasi tak terstruktur dan terstruktur untuk Sistem Informasi Eksekutif yang dididanai melauli proyek RUT (Riset Unggulan Terpadu) IV. Pada penelitian tersebut fasilitas akses informasi kesumber informasi terstruktur dan sumber informasi semi-terstruktur merupakan bagian dari komponen gerbang. Komonen gerbang adalah salah satu komponen arsitektur (MCSIR(MultiSources Client Server Information Retrieval) pada Sistem Informasi Pimpinan Universitas (SIPINTAS) di Universitas Indonesia. Uji coba dilakukan dengan pengembangan prototipe aplikasi SIPINTAS yang memanfaatkan komponen gerbanga MCSIR untuk pengaksesan informasi ke sumber informasi terstruktur dan sumber informasi semi-terstruktur. Selain itu dilakukan uji coba integrasi informasi dari sumber informasi terstruktur dan semi-terstruktur. Komponen gerbang MCSIR juga dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.

  19. Setyo Herry Purnomo

    Perancangan dan implementasi siformasi script editor untuk pengembangan aplikasi berbasis MCSIR (Multisources Client Server Information Retrieval)

    Multisources Client-Server Information Retrieval (MCSIR) adalah salah satu komponen dalam arsitektur Sistem Informasi Pimpinan Universitas (SIPINTAS) yang berfungsi sebagai integrasi berbagai sumber informasi untuk melayani aplikasi yang banyak melakukan pengambilan informasi seperti Sistem Informasi Eksekutif. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pengembangan aplikasi memanfaatkan MCSIR adalah penggunaan script untuk membuat berkas pola keluaran. Berkas pola keluaran berisi perintah-perintah khusus untuk mendefinisikan format atau mendesain tampilan dari data hasil query dan mengolah hasil informasi yang ditampilkan ke browser. Berkas itu berupa teks yang merupakan gabungan antara sintaks HTML dan sintaks khusus untuk memanipulasi data query yang disebut script formasi. Untuk meningkatkan produktivitas diperlukan script editor yang mampu menyederhanakan pembuatan aplikasi. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan script editor untuk membantu pengembang aplikasi yang memanfaatkan MCSIR dengan kemampuannya untuk mengarahkan dan medeteksi kesalahan MCSIR dengan kemampuannya script. Uji coba kemampuan serta perbandingan script editor dengan editor teks lainnya dibahas dibagian akhir Tugas Akhir.

  20. Najib

    Prototipe pembuatan dan pemeliharaan view material dalam data werehouse

    Pentingnya peningkatan kinerja query untuk proses analisis semakin terasa. penerapan data warehouse sudah mulai menjadi kebutuhan di beberapa perusahaan. Dalam menjalankan bisnis, terkadang diperlukan proses analisis data yang berukuran besar dari berbagai sumber informasi dalam selang waktu yang panjang. Untuk mempermudah pengaksesan query, maka dari berbagai sumber informasi dihimpun dalam suatu repository yang disebut data warehouse. Untuk mempercepat pengaksesan data dalam werehoouse, query-query yang tinggi tingkat pengaksesanya, dimaterialkan dalam bentuk table view material. View material perlu dijaga kekonsistenannya terhadap table pembentuk-nya. Pemeliharaan view material dapat dilakukan secara langsung (immediate) sebelum opresi perubahan pada tabel asalnya di setujui (commit), atau dengan menunda (deffered) pemeliharaan dengan memanfaatkan log atau table delta sebagai penampung perubahan. Pada tugas akhir ini menghasilkan prototope pembuatan view material dan pemeliharaan view material metode tunda dengan bantuan perubahan tabel ringkas (summary-delta table). Metode ini pembuatan dan pemeliharaan ini digunakan untuk menjawab permasalahan dalam proses quey yaitu bagaimanamempercepat penaksesan query yang melibatkan fungsi agregat dari sumbeer informasi yang banyak

  21. Mehrunnisah Kasim

    Penentuan strategi belajar dan pembangunan pemodelan-strategi-belajar-siswa pada lingkungan belajar cerdas

    Dalam mengantisipasi kemajuan teknologi yang kian pesat, siswa harus mampu meningkat kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Siswa yang cenderung pasif harus dipaksa untuk aktif dengan cara meningkatkan kemampuan belajar secara mandiri. Kemampuan belajar mandiri yang baik dapat membuat siswa mampu mengarahkan proses belajarnya untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan strategi belajar yang tepat. Untuk itulah Suradijono (SUR97) mengembangkan Lingkungan Belajar Kolaboratif Cerdas untuk Meningkatkan Kamampuan Belajar Mandiri Siswa SMU di Jakarta. Lingkungan Belajar yang akan dibangun memiliki beberapa fungsi. Salah satu fungsi tersebut adalah fungsi untuk menganalisis strategi belajar berdasarkan isi berpikir verbal (think aloud) siswa. Fungsi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah menggunakan strategi belajar yang benar sesuai dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. Fungsi Analisis Strategi Belajar inilah yang merupakan kunci cerdasnya Lingkungan Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk membangun fungsi Analisis Strategi Belajar tersebut. Dari hasil uji coba, dapat dihasilkan sebuah modul yang memenuhi salah satu fungsi dari lingkungan belajar yang dibangun, yaitu fungsi menagnalisis strategi belajar yang digunakan siswa. Hasil analisis tersebut disimpan dalam sebuah tabel pemodelan-strategi-belajar-siswa untuk digunakan oleh guru dalam mematau perkembangan yang dicapai oleh siswa. Tabel tersebut juga dilihat oleh siswa untuk mengetahui perkembangan dirinya dalam mempelajari materi.

  22. Agusril

    Solusi sistem persamaan polinomial dengan basis grobner

    Suatu basis ideal G F[x1, x2,...xn] disebut suatu basis Grobner terhadap suatu term-ordering tertentu apabila setiap unsur dari ideal I=(G) mempunyai bentuk normal 0 modulo G. Basis Grobner ini banyak digunakan dalam bidang dalam bidang komputasi simbolik. Salah satu alasannya adalah karena terdapat algoritme Buchberger yang selalu dapat menghasilkan basis Grobner dari suatu himpunan polinomial. Tugas akhir ini menelaah dan mengimplementasikan suatu algoritme untuk mencari penyelesaian dari suatu sistem persamaan polinomial dengan menggunakan basis Grobner yang dibangun dari himpunan polinomial yang bersangkutan. Langkah-langkah dalam algoritme itu mengusahakan agar terdapat unsur dalam basisi Grobner yang berupa polinomial vervariabel tunggal. Polinomial-polinomial inilah yang digunakan untuk mendapatkan penyelesaian akhir, apabila memang terdapat penyelesaian yang brehingga banyaknya. Jika sistem persamaan polinomial itu berupa suatu sistem persamaan linear, algoritme penyelesaian dengan basis Grobner itu tidak lain adalah eliminasi Gauss. Implementasi dilakukan dengan sistem MAPLE pada PC berprosesor intel 386 atas windows 3.11. Uji coba terhadap berbagai sistem persamaan polinomial menunjukkan bahwa term-ordering yang digunakan berpengaruh terhadap waktu penyelesaian. Pada umumnya penyelesaian yang menggunakan term-ordering pure lexicographic memerlukan waktu yang lebih pendek dibandingkan dengan yang menggunakan total degree

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1998-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.4 2003/04/07 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]